SHARE
MENINJAU: Walikota Serang Syafrudin meninjau pelaksanaan PTM tingkat SD di SDN Serang 2, di Jalan Ki Mas Jong, Kotabaru, Kecamatan Serang, Senin (13/9). FOTO: Pemkot Serang for Banten Ekspres

SERANG-Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kota Serang sudah diulai sejak Senin (13/9). Berbeda dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP), jumlah keterisian dalam satu ruang kelas di SD hanya mencapai 30 persen dari total siswa.

Hal itu diungkapkan Walikota Serang Syafrudin usai meninjau pelaksanaan PTM di SDN Serang 2 di Jalan Ki Mas Jong, Kotabaru, Kecamatan Serang, Senin (13/9). Peninjauan dilakukan bersama Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Hasanudin, dan beberapa instansi lainnya.

“Di tingkat SD (PTM) hanya 30 persen, misalnya dari biasanya 30 siswa maka dalam satu kelasnya menjadi 10 siswa, bergantian nanti di hari berikutnya 10 siswa lagi,” katanya kepada wartawan.

Tak hanya itu, ia juga mengimbau kepada pihak sekolah masing-masing untuk mengawasi ketat pengantar dan penjemput, sekaligus juga dengan pedagang yang biasa berjejer di depan sekolah. Sebab dengan begitu khawatir akan menimbulkan kerumunan, karena siswa SD kebanyakan senang untuk belanja jajanan.

“Tadi ada beberapa kerumunan hanya emang dari petugas sekolah melakukan pengawasan ketat, kemudian juga bagi yang menjemput, kalau yang mengantar itu (langsung-red) pulang. Kalau yang menjemput itu menunggu jadi itu juga sudah diatur sehingga jaga jarak juga dipenuhi,” ujarnya.

Sementara, berdasarkan pantauan, sekolah tingkat SD sudah melaksanakan Ptorokol Kesehatan (Prokes) secara ketat, termasuk juga dengan tenaga pengajar yang telah divaksin Covid-19. “Alhamdulillah tadi secara prokes diterapkan sangat ketat baik ketika mau masuk sekolah, cuci tangan pakai masker semua jaga jarak sudah memenuhi unsur prokes,” tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Alpedi mengatakan, dari total sekotar 280 SD naik negeri maupun swasta di Kota Serang, baru sekitar 158 yang menyatakan siap melakukan PTM. “Ini memang berdasarkan instruksi, maka dipersilahkan bagi SD yang sudah siap untuk melakukan PTM,” katanya.

Namun bagi yang belum siap, maka disesuaikan dengan kesiapan masing-masing sekolah. Mulai dari sarana dan prasarana, dan lain sebagainya. “Fleksibel saja, jadi yang sudah merasa siap segala sesuatunya silahkan. Tapi kalau belum siap bisa disesuaikan entah lusa atau kapan siapnya,” terangnya.

Sementara itu untuk materi yang disampaikan, yakni materi esensial yang memang sebelumnya dilakukan belum dipahami lebih jelas saat pembelajaran secara dalam jaringan (daring). “Misalnya matematika atau berhitung, saat zoom menggunakan hp tidak jelas anak tuh, maka pertemuan inilah untuk menjelaskan kembali apa yang belum tuntas, dan waktunya (PTM) satu setengah hingga dua jam,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga meminta kepada pihak sekolah hingga orang tua untuk berperan aktif dalam mengawasi siswa dan anaknya. Sebab anak-anak perlu pengarahan dari orang dewasa. (mam/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here