SHARE
Garis segel dari Satgas Covid-19 Kota Tangsel melintang di depan area masuk ruang karoke Venesia di BSD. FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

SERPONG-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangsel kembali menyegel karaoke yang ada di Hotel Venesia, Serpong, Selasa (14/9). Padahal, karaoke dan spa di hotel tersebut pada Agustus 2020 lalu telah digerebek oleh Polda Metro Jaya lantaran menyalahi aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di tengah pandemi Covid-19.

Namun, pengelola hotel membandel dan tetap membuka kembali operasional karaoke. Dan, pada 11 September lalu Polda Metro Jaya kembali mendatangi dan menggerebek tempat karaoke tersebut dan lagi-lagi melanggar aturan PPKM.

Tempat hiburan itu kedapatan beroperasi diam-diam saat PPKM oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Video razia dan penyegelan itu pun diunggah ke akun resmi Instagram @Narkoba_metro.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan pada Satpo PP Kota Tangsel Sapta Mulyana mengatakan, pihaknya melakukan penindakan terkait adanya temuan pelanggaran di masa pandemi Covid-19. “Dimana hotel Venesia ini melakukan aktivitas kegiatan yaitu berupa karaoke yang masih buka di masa pandemi,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (14/9).

Sapta menambahkan, sesuai dengan imbauan dan aturan tempat hiburan apakah karaoke tempat-tempat umum yang terkait dengan masa pandemi covid-19 masih belum banyak yang diizinkan dibuka termasuk karaoke.

“Maka kemarin atas info dan temuan dari jajaran samping koordinasi dengan satpol pp, pada hari ini (kamarin) dilakukan penyegelan untuk sementara waktu sampai ada putusan selanjutnya sampe ada izin tindak lanjut berikutnya baru nanti aktivitasnya boleh berjalan lagi,” tambahnya.

Menurutnya, setiap pergerakan itu belum tentu melibatkan semua jajaran. “Polisi menangkap teroris misalnya di tingkat RW mau polsek dilangkahi dan itu prosedur bagaimana pergerakan itu cepat dan sasaran tercapai tapi, tetap ada koordinasi jadi pergerakan jangan tercium, kegagalan dan bagian dari proses penindakan,” ungkapnya.

Karaoke Venesia tetap beroperasi ditengah PPKM dan telah digerebek oleh Polda Metro Jaya namun, Sapta mengaku tidak merasa kecolongan. “Dan adanya koordinasi di tiap langkah, satu sama lain kerjasama. Contohnya Densus 88 langsung menangkap seseorang di tingkat terbawah, itu polres dan polsek tentu tidak tau tapi, itu langkah penindakan bagaimana caranya target bisa tercapai dan terungkap,” ungkapnya.

Tahun lalu hotel tersebut tepatnya tempat karaoke dan spa sempat ditindak oleh polisi. Sapta mengaku, pihaknya tidak bosan-bosannya melakukan penindakan, bukan hanya tempat itu saja.

“Yang kita temukan adalah adanya indikasi pelanggaran dan sudah kita tindak. Ketika buka lagi sudah ada proses yang menyelesaikan bahwa yang bersangkutan punyak hak lagi untuk buka. Kita menindak bukan membunuh, dimanapun berada kita menindak untuk memberikan pelajaran dan rasa jera dan juga kaitannya dengan situasi pandemi ini kita perketat,” tuturnya.

Menurutnya, untuk pelanggaran tersebut satpol pp mendapatkan perintah tugas koordinasi dengan jajaran samping untuk melakukan penyegelan. “Tindak lanjutnya kita panggil dan hasilnya pun bukti-bukti saat penggerebekan penutupan awal dari pihak polda akan kita koordinasikan seperti apa titik kesalahan secara spesifik,” katanya.

Sapta mengungkapkan, penyegelan yang dilakukan adalah sebagai satu bentuk sanksi dan karaoke harus ditutup sampai masa pandemi berakhir. “Kan dahulu sudah dicabut izinnya kenapa masih bisa beroperasi, ini adalah sebagian dari proses pembelajaran. Kita menemukan adanya pelanggaran, satu proses belum selesai tapi membuat kesalahan lagi,” ungkapnya.

Artinya pada saat ada temuan tersebut siapapun apakah satpol pp, kepolisian, unsur terkait dengan kesalahan itu sah-sah saja. “Ini memperkuat pencabutan izin sebelum. Ini semua berproses di pengadilan, mempertebal proses yang ada di situ,” jelasnya.

“Kenapa gak sanksi penutupan seperti Holywings sampe PPKM kelar, ini kita tutup sampe ada putusan bahwa tempat hiburan boleh buka. Ini kita tutup bukan sandiwara. Kita tutup. Karena saya nyegel saya punya hak punya kewenangan mengecek sewaktu-waktu,” ungkapnya.

Dalam penyegelan tersebut, petugas juga menemukan ratusan botol minuman beralkohol. “Ketika kita melakukan penyegelan ternyata didalam kita temukan botol miras yang secara sah bahwa miras jelas-jelas dilarang di Kota Tangsel,” tutupnya.

Sementara itu, Manajer Hotel Venesia, Arve mengatakan, karaoke yang disegel itu adalah fasilitas dari hotel. “Untuk spanya kita dari PSBB sudah tutup. Saat ini kita yang buka hanya hotel dan kafe saja. Fasilitas karaoke, artinya tamu yang nginep kalau mau karaoke kita bisa memfasilitasi,” Katanya.

Arve mengaku, surat imbauan tentang PSBB atau PPKM sudah dirinya baca, tapi tamu hotel yang datang itu hanya pertemanan dan hanya nyanyi-nyanyi saja dan itu dibolehken.

“Kelanjutannya, kita nunggu arahan dari pemerintah dan aparat lainnya,” tutupnya. (bud/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here