SHARE
ISOLASI: Warga yang dinyatakan positif Covid-19 mendata di posko kesehatan sebelum menjalani isolasi di Hotel Singgah Yasmin. FOTO: Dinkes Kab Tangerang for Tangerang Ekspres

TIGARAKSA — Status zona kuning atau tingkat penularan Covid-19 rendah di Kabupaten Tangerang terlihat di tingkat keterisian atau bed occupation rate (BOR) di rumah sakit dan Hotel Singgah Yasmin yang berada di bawah 20 persen.

Penanggung Jawab Hotel Singgah Yasmin Acmad Muchlis mengatakan, BOR di rumah sakit baik ruang ICU sebanyak 8 persen dan ruangan non-ICU berada di 2,6 persen. Hal tersebut merupakan kerja keras semua kalangan baik tenaga kesehatan maupun masyarakat.

“Untuk Hotel Singgah Yasmin itu tinggal 5 persen. Atau tinggal 12 orang pasien yang melakukan isolasi di sana. Untuk rumah sakit swasta maupun pemerintah BOR diangka 2,6 persen hingga 8 persen untuk ICU maupun non-ICU,” katanya kepada Tangerang Ekspres ketika diwawancarai, Selasa (14/9).

Sedangkan, Pondok Singgah Kecamatan Legok sudah nol pasien sejak tiga hari lalu. Pelaksana Tugas (Plt) Camat Legok Cucu Abdurrosyied mengatakan, pasien terkahir pondok singgah sebanyak 22 orang dari kapasitas tempat tidur untuk 30 orang. Namun, sudah tiga hari nol pasien yang diisolasi di pondok singgah.

Cucu mengungkapkan, pasien yang diisolasi tertua berusia 55 tahun dan sudah dinyatakan sembuh. Ia mengapresiasi, tenaga kesehatan dan relawan yang ada di pondok singgah yang telah bekerja keras berupaya terhadap kesembuhan pasien.

“Sejak awal beroperasi pada Juli, Alhamdulillah semua pasien yang diisolasi dinyatakan sembuh. Di dalam pondok singgah kita siapkan fasilitas olahraga dan permainan agar pasien yang diisolasi tidak merasa bosan. Sehingga cepat sembuh,” paparnya kepada Tangerang Ekspres ketika diwawancarai.

Cucu menjelaskan, menu makanan bagi pasien setiap harinya memenuhi standar gizi agar imunitas tetap terjaga. Tak hanya itu, olahraga ringan setiap pagi rutin digelar bersama tenaga kesehatan dan pasien.

“Ahli gizi di puskesmas telah membuatkan menu makanan bagi pasien. Hari ini apa menunya. Kita siapkan perpustakaan mini juga di dalam. Fasilitas pendukung ditujukan agar pasien isolasi betah dan alhamdulilah paling lama isolasi 14 hari. Yang bergejala ringan dan tidak bergejala sembuh. Yang bergejala berat ada tiga dan dirawat di rumah sakit,” paparnya.

Sementara, salah satu pasien Pondok Singgah Legok yang telah sembuh, Dian Priatna mengaku, bersyukur bisa isolasi di luar tempat tinggal demi keamanan keluarga dirumah. Selama di pondok singgah, ia mengaku, nyaman dan tenang karena 24 jam dipantau oleh Tim medis.

“Fasilitas di pondok Alhamdulillah sangat memuaskan, makan dan snack dijamin sehat dan berkualitas. Fasilitas tempat tidur Alhamdulillah nyaman hanya kurang maksimal untuk Pendingin Ruangan (kipas) untuk fasilitas sarana olah raga, toilet dan tempat cuci Alhamdulillah bagus juga. Satu lagi ada fasilitas ruang baca yang menyediakan berbagai macam buku, membaca buku bisa mengurangi kebosanan di saat masa isolasi. Saya berpesan kepada semua warga agar tetap semangat dan tetap jaga kesehatan,” pungkasnya. (ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here