SHARE
Kepala Lapas Kelas I Tangerang dan sejumlah anak buahnya diperiksa Polda Metro Jaya.

TANGERANG-Pemeriksaan saksi-saksi dalam kasus kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang berlanjut. Kemarin (14/9) penyidik Polda Metro Jaya memeriksa sejumlah pejabat yang bertugas di lapas tersebut. Termasuk diantaranya kepala lapas. Lewat pemeriksaan itu, aparat kepolisian berusaha menggali lebih dalam penyebab kebakaran yang telah merenggut nyawa puluhan warga binaan pemasyarakatan atau narapidana (napi) itu.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menyatakan bahwa penyidik memanggil dan memeriksa tujuh pejabat Lapas Kelas I Tangerang.

Selain kepala lapas, ada kepala bagian tata usaha, kabid administrasi keamanan dan ketertiban, kepala sub bagian umum, kepala bidang keamanan, kepala seksi perawatan, dan kepala kesatuan pengamanan lembaga pemasyarakatan (KPLP).

Menurut Rusdi, sampai kemarin penyidik masih mencari tahu lebih jauh unsur kesengajaan atau kealpaan yang diduga ikut memantik terjadinya kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang.
Penyidik sudah mengantongi calon tersangkanya.

Pada pasal 359 KUHP, yaitu adanya kelalaian sehingga mengakibatkan orang meninggal dunia, penyidik menilai sudah ada potensial suspect,” terang jenderal bintang satu Polri tersebut. Karena itu, diperlukan pendalaman lewat sejumlah pemeriksaan.

Mabes Polri memastikan, tim penyidik Polda Metro Jaya akan menuntaskan kasus tersebut.

Kalapas Kelas 1 Tangerang Victor Teguh Prihartono diperiksa Polda Metro Jaya. Pemeriksaan berkaitan dengan insiden kebakaran hebat yang menewaskan 41 narapidana di dalam Blok C2 Lapas, Rabu dini hari (8/9).

Victor yang mengenakan kemeja kotak-kotak berwarna merah, Selasa Pagi (14/9). Ia diperiksa oleh tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya dengan didampingi satu orang rekannya. Victor langsung masuk tanpa mengucap sepatah katapun kepada awak media.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan keterangan yang telah disampaikan oleh saksi saat ini masih didalami oleh penyidik.

“Masih dalam pendalaman. Kami masih kumpulkan barang bukti semuanya, masih butuhkan keterangan lain dan saksi-saksi ahli,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kabid Administrasi, Kasie Perawatan, Kepala KPLP, Kasubag Hukum, Kasie Kamanan, Kepala Tata Usaha Lapas Kelas I Tangerang.

Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota telah memeriksa 25 orang saksi pada Senin (13/9). Mereka adalah 12 petugas lapas, tujuh narapidana penghuni Blok C2 yang selamat dari kebakaran, tiga petugas PLN, serta tiga petugas pemadam kebakaran.

Kepolisian menduga ada kealpaan atau kesengajaan hingga membuat kebakaran terjadi dan memakan korban jiwa.

Yusri menjelaskan, penyidik telah menemukan unsur pidana terkait dengan kasus kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang sesuai dengan Pasal 187 dan 188 KUHP terkait Kesengajaan serta Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian.

“Dijadwalkan hari ini (kemarin) ada tujuh orang. Yang baru datang dua, Kalapas dan Kepala Tata Usaha dari Lapas Klas I Tangerang,” kata Yusri, kemarin (14/9).

Dikatakan Yusri, insiden di Lapas Tangerang saat ini berstatus penyelidikan ke penyidikan. Menurutnya, dalam insiden ini adanya dugaan unsur pidana dengan sangkaan sejumlah pasal yakni Pasal 187 KUHP, Pasal 188 Juncto Pasal 359 KUHP. “Pegawai lapas diperiksa untuk pendalaman kasus kebakaran yang diduga ada dugaan tindak pidana tentang dugaan kelalaian,” tuturnya.

Diketahui, kebakaran hebat yang menghanguskan Blok C2 Lapas Kelas I Tangerang, terjadi pada Rabu dini hari (8/9) pukul 01.30 WIB. 41 napi tewas terpanggang lantaran tidak bisa keluar dari kamar penjara karena pintu terkunci.

Api berkobar dan membesar dengan cepat. Diketahui, Blok C2 tersebut yang dihuni napi sebanyak 122 orang itu, sebagian besar para pengedar bahkan bandar narkoba. Terdapat dua warga asing asal Portugal, Ricardo Ussumane Embalo dan asal Afrika Selatan Samuel Machado Nhavene yang ikut tewas. Selain itu satu orang napi kasus terorisme, Dian Adi Priyana (44) yang hangus terbakar dalam ruang lapas tersebut. Dian Adi Priyana terlibat bom JW Marriot, Jakarta pada tahun 2003 lalu.

Dian juga terlibat bom Thamrin, Jakarta pada 14 Januari 2016.

Saat ini korban meninggal dunia akibat insiden itu bertambah 5 orang lantaran luka bakar yang cukup parah. Korban tewas dalam insiden tersebut menjadi 46 orang. (raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here