SHARE
BPBD Kota Tangerang menggelar rapat koordinasi terkait rehabilitasi sosial ekonomi dan lingkungan masyarakat terdampak pasca bencana di aula Kantor BPBD Kota Tangerang, Kamis (16/9). FOTO: BPBD Kota Tangerang

TANGERANG – Bencana dapat dicegah atau paling tidak bisa diminimalisir dampak kerugian yang terjadi. Tetapi, ketika bencana terjadi maka yang dibutuhkan tindakan tanggap darurat dan upaya penanganan pasca-bencana yang terorganisir.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kota Tangerang, Deni Koswara saat rapat koordinasi terkait rehabilitasi sosial ekonomi dan lingkungan masyarakat terdampak pasca bencana bersama BPBD Provinsi Banten di aula Kantor BPBD Kota Tangerang, Kamis (16/9).

Deni mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya penyelesaian pemulihan sosial ekonomi masyarakat pasca bencana secara terpadu dan menyeluruh. Hal ini untuk memastikan korban bencana memperoleh pelayanan dan penanganan terbaik. Tentu yang dibutuhkan bukan sekadar sikap reaktif, melainkan koordinasi penanganan yang benar-benar terpadu.

Tujuan penanganan bencana tersebut, kata Deni, bagaimana mendukung upaya pemulihan pasca-terjadinya bencana dapat berjalan efektif dan masyarakat segera pulih kembali dari trauma.

“Kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang menjadi korban bencana dapat kembali pulih tanpa harus terlalu lama terpuruk dalam penderitaan,” ujarnya.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana, Rana Rahdiana mengatakan, bencana ibarat mimpi buruk yang sama sekali tidak dikehendaki. Namun demikian, ketika bencana itu tiba-tiba datang maka langkah yang terpenting mampu menghadapinya dan memastikan masyarakat segera pulih dari trauma dan penderitaan akibat bencana yang dialaminya.

Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, lanjut Rana, mempunyai tugas mengkoordinasikan dan melaksanakan kebijakan umum di bidang penanggulangan bencana pada pasca bencana serta pemberdayaan masyarakat.

Rana menambahkan, masyarakat yang menjadi korban bencana sudah barang tentu perlu secepatnya direhabilitasi dan dilakukan rekonstruksi. Lebih dari itu, menyediakan tenda-tenda penampungan di tempat pengungsian, masyarakat yang menjadi korban bencana.

“Kegiatan rehabilitasi pasca terjadinya bencana selain dilakukan dalam bentuk perbaikan lingkungan, juga bantuan perbaikan rumah korban bencana, pemulihan sosial ekonomi pemulihan pelayanan publik yang bertujuan agar masyarakat segera dapat kembali beraktivitas secara normal dalam kehidupan sehari-hari,” papar Rana. (ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here