SHARE
RILIS: Kapolresta Tangerang Kombespol Wahyu Sri Bintoro (megang mikrofon) menjelaskan kronologi prostitusi online di Kecamatan Jayanti saat ungkap kasus di Mapolsek Cisoka, Jumat (17/9). FOTO: Polresta for Tangerang Ekspres

JAYANTI — Prostitusi online sudah menjadi ladang bisnis. Bermodal aplikasi media sosial sudah dapat cuan. Meski hanya kebagian Rp30 ribu per transaksi, pekerjaan sebagai mucikari digeluti DR. Remaja yang beranjak dewasa ini nekat menjajakan PSK secara online kepada para lelaki hidung di Jayanti.

Kapolresta Tangerang Kombespol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, kepolisian membongkar sindikat prostitusi online berawal dari informasi warga. Perempuan menjajakan diri melalui aplikasi Michat di Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti.

Dari pengungkapan kasus itu, polisi mengamankan 2 orang tersangka yakni DR seorang pria berusia 19 tahun yang berperan menawarkan perempuan kepada lelaki hidung belang. Dan DD berusia 50 tahun yang berperan menyediakan tempat atau kamar serta alat kontrasepsi.

Ia menerangkan, awalnya petugas mendapatkan informasi bahwa salah satu rumah di Desa Sumur Bandung kerap dijadikan lokasi prostitusi. “Kemudian Polsek melakukan penyelidikan dan dari hasil penyelidikan dilakukan penindakan dengan melakukan penggerebekan ke rumah tersebut,” katanya.

Dari penggerebekan itu, polisi mendapati 2 orang perempuan berinisial SM berusia 20 tahun dan SL berusia 19 tahun. Kedua perempuan tersebut diduga merupakan perempuan yang ditawarkan tersangka DR ke lelaki hidung belang.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan. Dari keterangan para tersangka dan saksi-saksi, diketahui modus operandi prostitusi itu menggunakan aplikasi Michat. Tersangka DR menawarkan perempuan kepada lelaki hidung belang.

Kemudian ketika harga sudah disepakati, DR pula yang menjemput perempuan untuk dibawa ke rumah tersangka DS yang dijadikan lokasi prostitusi.

Menurut keterangan tersangka dan saksi, setiap transaksi berkisar antara Rp250 ribu hingga Rp500 ribu.

“Tersangka DR mendapatkan Rp30 ribu untuk setiap transaksi dan tersangka DD mendapatkan Rp70 ribu. Tersangka DD pula yang menyiapkan alat kontrasepsi,” terang Wahyu.

Saat ini, kasus itu sedang dalam penyelidikan mendalam. Polisi mengamankan barang bukti berupa kondom, 2 unit telepon genggam, dan uang tunai diduga hasil transaksi prostitusi.

Para tersangka dijerat Pasal 296 KUHP dan 506 KUHP atau Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang ITE. dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here