SHARE
Wonderkid Persita Tangerang Rifky Dwi Septiawan menjadi penyelamat saat timnya bermain dengan 10 orang ketika melawan Persela Lamongan.

KEMENANGAN Persita atas Persela Lamongan dengan skor 1-0 dinilai sebagai kemenangan yang luar biasa oleh Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar. Menurutnya, tampil dengan 10 pemain dan bisa meraih tiga poin bukan perkara mudah.

Gol semata wayang Persita dicetak pemain pengganti, Rifky Dwi Septiawan. Sepakan kaki kiri pemain 19 tahun itu, membuat kiper Persela Lamongan hanya bisa geleng-geleng kepala.

“Pemain sudah menampilkan permainan terbaik mereka, menang 1-0 dengan 10 pemain bukan hal yang mudah. Semangat bermain pemain juga luar biasa untuk bisa membawa pulang tiga poin,” ucap Zaki ditemui usai menyaksikan pertandingan Persipura versus Persija di Indomilk Arena, Sport Center Kelapa Dua, kemarin malam.

Menurut Zaki kekuatan Persita sudah jauh lebih baik dibanding laga pertama. Ia pun percaya racikan Widodo Cahyono Putra akan membuat kekuatan Persita bisa bersaing di papan atas kompetisi Liga 1 musim ini.

“Kekurangannya di tiga pertandingan ini masih ada beberapa pemain yang demam lapangan. Tapi saya yakin seiring pertandingan semuanya bisa teratasi. Saya percaya coach bisa mengatasi kendala itu,” ujar Zaki.

Pada pekan ketiga Liga 1, Jumat (17/9) sore, Persita yang melakoni laga tandang kontra Persela Lamongan di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat tampil sedikit berbeda dengan komposisi pemain saat pekan kedua melawan Persib. Persita memasukkan sejumlah nama baru seperti kiper Rahmanudin,
Dallen Doke, Alex Goncalves, Bae Sin Yeong dan Raphael Maitimo di daftar susunan pemain.

Di babak pertama Persita memulai permainan dengan cukup agresif, meladeni Persela yang juga bermain cukup cepat di babak pertama. Kedatangan Sin Yeong membuat lini tengah Persita cukup atraktif dan menghasilkan permainan yang cukup apik.

Menit ke-14 peluang emas diperoleh Persita lewat umpan dari Harrison yang mengarah ke Alex Goncalves yang ada di depan mulut gawang. Namun sayang, kontrol bola dan eksekusi Alex belum maksimal.

Di babak kedua Persita harus menelan pil pahit saat wasit memutuskan memberikan kartu kuning kedua untuk Aldi Al Achya sehingga ia harus meninggalkan lapangan. Persita pun harus bermain dengan 10 pendekar. Perombakan pun dilakukan dengan menarik keluar Dallen dan Taufiq serta memasukkan Toha dan Rifky.

Bermain dengan 10 orang tentu membuat serangan Persita sedikit berubah. Masuknya Rifky jadi angin segar karena di menit ke-67 dengan berani Rifky mengeksekusi tendangan keras mengarah ke sudut gawang Persela dan menghasilkan gol. Skor pun berubah 0-1 untuk Persita dan bertahan hingga bubar.
Usai memastikan diri membawa tiga poin kembali ke Tangerang, Widodo Cahyono Putro mengaku sangat mengapresiasi kerja keras anak asuhnya.

Apalagi pertandingan ini bukan pertandingan yang mudah, ditambah lagi di babak kedua Persita harus bermain dengan 10 pemain.

“Sebelumnya saya haturkan terima kasih pada para pemain yang telah bekerja keras dan kepada manajemen Persita yang terus memberi support dan tentu fans Persita yang selalu mendoakan kita dalam setiap pertandingan,” kata Widodo.

“Apa pun hasilnya kita patut syukuri. Anak-anak tadi berjuang keras karena suhu yang sangat panas,” kata Widodo usai pertandingan di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat.

Widodo akan mengevaluasi tingkat kebugaran pemain. Karena melihat dari pertandingan ketiga pemain seperti sulit berlari.

“Di pertandingan ke satu mungkin bagus, kedua bagus, ketiga ini yang harus kita antisipasi karena mungkin tingkat kelelahannya sangat tinggi. Apalagi kan kita berpindah-pindah tempat gitu. Ini ya ke depannya kita harus antisipasi itu,” ujar Widodo yang sudah mengarsiteki Persita sejak 2019 lalu.

Widodo pun mengaku rotasi pemain akan menjadi pilihannya dengan kondisi kompetisi seperti saat ini. Apalagi di pekan keempat dikabarkan Persita akan melakoni laga yang membutuhkan persiapan ekstra karena harus melakoni perjalanan yang lebih jauh dari yang ada saat ini.

Selain itu suksesnya rotasi yang ia lakukan di babak kedua juga menjadi modal berharga bahwa rotasi menjadi solusi ditengah tekanan fisik yang mendera pemain. Terbukti, seluruh pemain yang dibawa ke setiap pertandingan memang dalam kondisi siap bertanding.

“Dan terima kasih juga pemain yang telah merotasi ya. Merotasi dan menggantikan pemain yang ini, bisa memenangkan pertandingan ya. Tapi ini adalah proses. Saya harapkan dia (Rifky) bisa berkembang terus. Tapi itu ya saya fokus di bagaimana pergantian ini bisa memenangkan pertandingan ini.”

“Jadi ada beberapa yang harus saya rotasi termasuk memasukkan tadi Rifky, memasukkan Kevin, Edo ditaruh di depan Kevin jadi di situ agak klop. Sebetulnya kita akan memasukkan juga Syaeful untuk menjaga defend. Ternyata Agung sudah minta keluar. Akhirnya Syaeful di situ. Dan tentunya kami berharap ke depannya ini pemain-pemain yang menggantikan akan terus bisa menggantikan pemain-pemain yang di awal,” lanjut Widodo. (apw/pmc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here