Home NASIONAL Anak Kecil Boleh Masuk Mal

Anak Kecil Boleh Masuk Mal

82
0
SHARE

JAKARTA–Pemerintah mendeklarasikan bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia sedang dalam tahap yang terkendali. Hal tersebut, berdasarkan indikator epidemiologis terbaru. Serta kondisi PPKM di kabupaten/kota di Jawa-Bali yang berada di bawah level 4.

Kemarin (20/9) pemerintah merilis hasil kajian dari tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yang menunjukkan angka reproduksi efektif atau effective reproduction number (Rt) di Indonesia telah berada di bawah angka 1. Tepatnya 0,98.
Menurut beberapa laman kesehatan seperti healthknowledge.or.uk dan jurnal Emerging Infectious Disease dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), Angka reproduksi (R0) dan angka reproduksi efektif (Rt/R) biasa dipakai untuk mengukur kecepatan transmisi virus dalam sebuah wilayah atau kelompok tertentu.

Secara umum, jika Rt berada pada angka 1 maka setiap 1 orang yang mengidap Covid-19, berpotensi menularkan pada 1 orang. Tingkat kecepatan transmisi virus bertambah jika R0 dan Rt berada di atas angka 1. Misalnya 2,5, maka setiap 1 kasus positif Covid-19 berpotensi memunculkan 2 hingga 3 kasus baru. Namun evaluasi tetap dilakukan setiap minggunya untuk mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi begitu cepat.

Beberapa penyesuaian dan pengetatan aktivitas masyarakat yang bisa dilakukan dalam periode PPKM minggu ini diantaranya adalah uji coba pembukaan pusat perbelanjaan dan mal bagi anak-anak di bawah usia 12 tahun dengan pengawasan dan pendampingan orang tua.

Uji coba akan diterapkan di wilayah Jakarta, Bandung, Semarang, DI Yogyakarta dan Surabaya. Kemudian pembukaan bioskop dengan kapasitas maksimal 50 persen pada kota-kota level 3 dan level 2, namun dengan kewajiban penggunaan aplikasi Peduli Lindungi serta penerapan Protokol Kesehatan yang ketat.

Kebijakan terbaru kategori kuning (ter vaksin 1 kali) dan hijau (tervaksin 2 kali) dapat memasuki area bioskop. Kemudian pembukaan pelaksanaan pertandingan Liga 2 akan digelar di kota/kabupaten Level 3 dan 2 dengan maksimal 8 pertandingan per minggu. Restoran di fasilitas olahraga yang sifatnya outdoor dapat beroperasi dengan kapasitas 50 persen.

Perkantoran non-esensial di kabupaten kota level 3 dapat melakukan 25 persen WFO bagi pegawai yang sudah 2 divaksin dan harus sudah memakai QR Peduli Lindungi. Luhut meminta kepada masyarakat agar sekali lagi tidak beruforia yang pada akhir mengabaikan segala bentuk protokol kesehatan yang ada.

”Apa yang dicapai kita bersama hari ini, tentunya bukanlah bentuk euforia yang harus dirayakan. Kelengahan sekecil apapun yang kita lakukan ujungnya akan terjadi peningkatan kasus dalam beberapa minggu kedepan. Dan pastinya akan mengulang pengetatan-pengetatan yang kembali diberlakukan,” tegasnya.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti menyoroti munculnya sejumlah klaster Covid-19 di sekolah. Seperti klaster sekolah berasrama di Sumatera Barat, kampus berasrama di Kalimantan Barat, dan di sejumlah tempat lainnya. Dari hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas selama beberapa hari terakhir, KPAI mengeluarkan sejumlah rekomendasi.

’’PTM aman apabila pemerintah wajib memastikan sekolah atau madrasah sudah memenuhi syarat dan kebutuhan penyelenggaraan PTM terbatas,’’ katanya kemarin. Termasuk memastika protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19 dapat di penuhi di lingkungan sekolah. Selama belum bisa dipenuhi, pemerintah daerah setempat harus membantu pemenuhannya. Khususnya di sekolah-sekolah yang kecil dan jumlah muridnya sedikit.

Kemudian Retno mengatakan pemerintah pusat wajib melakukan percepatan vaksinasi kepada siswa usia 12 sampai 17 tahun. Di setiap sekolah, tingkat vaksinasinya harus minimal 70 persen dari populasi. Dia mengatakan jika hanya gurunya saja yang divaksin, kekebalan komunitas di lingkungan sekolah belum bisa terbentuk. Apalagi pada umumnya jumlah guru dan tenaga kependidikan hanya 10 persen dari total murid.

’’Rekomendasi lainnya pemerintah daerah harus jujur dengan tingkat positivity rate di daerahnya,’’ katanya. Dengan patokan sesuai ketentuan WHO yaitu di bawah 5 persen, baru aman untuk kembali membuka pembelajaran tatap muka. Untuk mengejar tingkat positivity rate tersebut, upaya 3T yang meliputi testing, tracing, dan treatment harus ditingkatkan. Bukan malah dikurangi supaya kasus positif Covid-19 di daerah setempat menjadi rendah.

KPAI juga merekomendasikan supaya sekolah memetakan materi per mata pelajaran. Ketika PTM terbatas kembali digulirkan, siswa mengikuti pembelajaran dari kelas dan sebagian lagi dari rumah. Sekolah harus membuat modul pembelajaran yang sama-sama mudah dipahami. Baik bagi anak yang belajar di kelas maupun di rumah melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Meskipun semakim banyak sekolah yang kembali membuka PTM terbatas, Retno mengingatkan supaya kualitas PJJ terus diperbaiki. Karena dia memperkirakan dalam tempo satu sampai dua tahun ke depan, pembelajaran yang memadukan tatap muka dan PJJ akan terus dilakukan.(tau/dee/wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here