SHARE
PEMBONGKARAN: Anggota Satpol PP Kabupaten Serang membongkar kontrakan yang berdiri di atas tanah SDN 5 Kragilan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Selasa (21/9). FOTO: Satpol PP for Banten Ekspres

SERANG-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang membongkar dua kontrakan di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Selasa (21/9). Hal itu dilakukan karena pemilik kontrakan menyerobot tanah milik Pemkab Serang. Yakni dengan mendirikan kontrakan di tanah SDN 5 Kragilan. Selain itu kontrakan tersebut juga tidak memiliki izin membangun.

Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat mengatakan pembongkaran itu dilakukan untuk menindaklanjuti laporan yang disampaikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Serang.

“Kami lakukan croscheck ke lapangan, bertanya keapda pemilik, dan pemilik mengakui kesalahannya. Akhirnya kita robohkan bangunan tersebut,” katanya kepada Tangerang Ekspres saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa.

Menurut Ajat, pihaknya sudah tiga kali melayangkan surat pemberitahuan kepada pemilik sebelum dilakukan pembongkaran. Surat pemberitahuan pertama dilakukan oleh Dindikbud Kabupaten Serang, namun pemilik hanya membongkar satu kontrakan sekitar 70 persen. Sedangkan kontrakan keduanya tidak dibongkar.

Kemudian, surat pemberitahuan kedua dilakukan oleh Satpol PP Kabupaten Serang dua minggu lalu. Namun pemilik meminta waktu untuk membongkar kontrakan tersebut. Permintaan itu disetujui dan diberi waktu dua Minggu.

“Surat pemberitahuan selanjutnya kita berikan hari ini namun dengan dilakukan pembongkaran lantaran tidak nurut. Kita melakukan pembongkaran tidak serta merta membongkar bangunan tersebut. Pembongkaran dilakukan sesuai SOP dan persuasif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dindikbud Kabupaten Serang, Asep Nugrahajaya menjelaskan kontrakan tersebut sudah berdiri sejak tiga bulan. Ia mendapatkan laporan itu dari pihak SDN 5 Kragilan kalau ada bangunam di atas lahan milik Pemkab Serang.

Ia pun langsung datang ke lokasi dan bertemu dengan pemilik bangunan. Setelah ditanya, pemilik langsung mengaku perbuatannya jika bangunan yang dibangun ini tidak memiliki surat izin.

“Bapaknya mengakui kesalahannya dan terima kalau bangunannya dirobohkan, Alhamdulillah pemilik tidak marah, dan tidak meminta ganti rugi semua berjalan damai,” katanya.

Asep mengatakan tanah kosong milik Pemkab Serang ini luasnya sekitar 20 ribu meter persegi. Sedangkan bangunan SDN 5 Kragilan itu dibangun sekitar 8.500 meter persegi. Selebihnya merupakan tanah kosong yang biasa digunakan masyarakat sekitar untuk olahraga dan lainnya.

“Kami belum tahu lahan kosong itu nantinya mau dibangun apa, hanya saja sementara ini dipergunakan untuk masyarakat sekitar,” ujarnya. (mg-7/tnt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here