SHARE
Hari ini tes seleksi CPNS dan PPPK Kota Tangsel akan dimulai.

CIPUTAT-Tes seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai sipil negara (CPNS) Kota Tangsel dimulai hari ini, Kamis (23/9). Tes dilaksanakan di laboratorium CAT milik Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kota Tangsel di BSD, Serpong.

Sebanyak 3.973 peserta tes akan bersaing memperebutkan 1.973 formasi.

Kepala Bidang Pendayagunaan BKPP Kota Tangsel Appgraid Purwanto mengatakan, pelaksanaan SKD CPNS hari ini diikuti 3.649 CPNS dan 324 PPPK peserta. “SKD akan digelar dari 23 September sampai 3 Oktober (10 hari) dan tiap hari hari ada tiga sesi dengan masing-masing waktu tes selama 100 menit dan 130 menit khusus untuk menyandang tunanetra,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Rabu (22/9).

Pria yang biasa disapa Ipung ini mengaku, sejauh ini persiapan SKD CPNS berjalan lancar. Tes tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan secara ketat di lokasi. “Persiapan berlangsung dengan lancar, pelaksanaan sesuai prokes Covid-19,” tambahnya.

Masih menurutnya, tes SKD meliputi tiga komponen, yakni tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensia umum (TIU) dan tes karakteristik pribadi (TKP).

Jumlah soal keseluruhan SKD adalah 110 soal dengan rincian, TWK terdiri dari 30 butir soal, TIU 35 soal dan TKP 45 soal.

Sedangkan pembobotan nilai untuk materi soal SKD adalah, untuk materi soal TIU dan TWK, bobot jawaban benar bernilai lima, Jika salah atau tidak menjawab bernilai nol. “Untuk materi soal TKP, bobot jawaban benar bernilai paling rendah satu dan nilai paling tinggi lima. Jika tidak menjawab bernilai nol,” jelasnya.

Ipung mengungkapkan, nilai kumulatif paling tinggi untuk SKD adalah 550, dengan rincian, 150 untuk TWK, 175 untuk TIU, dan 225 untuk TKP. Sedangkan nilai ambang batas SKD adalah nilai minimal yang harus dipenuhi oleh setiap peserta seleksi, yaitu 65 untuk TWK, 80 untuk TIU dan 166 untuk TKP.

Pria berkacamata ini mengungkapkan, ketentuan tersebut dikecualikan bagi peserta yang mendaftar pada penetapan kebutuhan khusus. Yakni, putra atau putri lulusan terbaik berpredikat dengan pujian ( cumlaude), Diaspora, penyandang disabilitas dan putra atau putri Papua dan Papua Barat.

Penetapan nilai ambang batas bagi peserta yang mendaftar pada penetapan kebutuhan khusus putra atau putri lulusan terbaik berpredikat cumlaude yaitu, nilai kumulatif SKD paling rendah 311 dan nilai TIU paling rendah 85.

“Sedangkan penetapan nilai ambang batas bagi peserta yang mendaftar pada penetapan kebutuhan khusus penyandang disabilitas yaitu, nilai kumulatif SKD paling rendah 286 dan nilai TIU paling rendah 60,” tuturnya.

Ipung menuturkan, sebelum mengikuti SKD ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Peserta harus membuat surat deklarasi atau surat keterangan sehat atau tidak sakit Covid-19 dan formatnya bisa diunduh di Website Panselnas.

Peserta juga wajib melakukan swab tes PCR kurun waktu maksimal 2×24 jam atau rapid tes antigen kurun waktu maksimal 1×24 jam dengan hasil negatif atau non reaktif.

Tak hanya itu, peserta juga harus menunjukan kartu bukti telah dilakukan vaksinasi covid-19 minimal dosis pertama.

“Peserta juga wajib menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer,” ungkapnya.

Menurutnya, bila peserta sakit berat atau Covid-19 maka tes SKD akan diganti hari. Namun, waktu dan lokasi tes susulan yang menentukan adalah BKN.

“Selain Covid-19, kalau sakit yang lain yang tidak berbahaya gak boleh ikut tes susulan,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, ruangan yang telah dipakai pada sesi pertama akan dibersihkan dan disemprot cairan disinfektan.

Satu jam kemudian barulah ruangan akan dipakai kembali untuk tes SKD sesi selanjutnya.

“Kalau ada peserta sebelum mengikuti tes SKD suhu badannya panas atau di atas 37 derajat celcius, maka akan kita masukkan di ruang khusus dan ada sekitar 10 komputer yang bisa mereka gunakan. Badannya panas bukan berarti mereka Covid, bisa saja lagi gak enak badan atau demam” tuturnya.

Pada penerimaan CPNS dan PPPK non guru tahun 2021, pemkot mendapat formasi 152 untuk CPNS yang terdiri kesehatan dan tenaga teknis.

Sedangkan untuk PPPK guru fungsional mendapat formasi 67. Sehingga total formasi CPNS dan PPPK non guru tahun ini ada 219.

Selain CPNS dan PPPK non guru, Pemkot Tangsel juga mendapat formasi 1.754 untuk PPPK guru. Namun, penerimaan yang mengurus adalah kemendikbud. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here