SHARE
Kadisporabudpar Kabupaten Tangerang Surya Wijaya (topi kuning) sidak di kawasan wisata Tebing Koja, Kecamatan Solear, menyusul viralnya foto tak senonoh di Tebing Koja, Rabu (22/9).

SOLEAR-Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Kadispora) Kabupaten Tangerang Surya Wijaya meninjau lokasi wisata Tebing Koja. Kedatangannya ini terkait viralnya unggahan foto-foto bugil dan bermuatan pornografi yang diduga dilakukan di Tebing Koja.

Dalam kunjungannya, dia menyebut tempat wisata Tebing Koja Solear belum memiliki izin pengelolaan tempat wisata.

“Setelah kita cek lokasi, tempat wisata ini belum memiliki izin,” katanya kepada wartawan, Rabu (22/9).
Ia mengatakan pengelola setempat sudah diminta untuk mengurus izin. Namun pengelola tidak segera menguruzs izin.

“Minimal izin di tingkat desa, BUMDES,” ujarnya.

Tebing Koja, kata Surya, kurang pengawasan dari Pemkab Tangerang karena tidak memiliki izin pengelolaan.

Dia juga berujar semua tempat wisata masih ditutup selama pengawasan PPKM ini. “Semua tempat wisata yang berizin masih ditutup selama PPKM,” terangnya.

Sebelumnya, viral sebuah unggahan foto-foto dua wanita dan satu pria sedang melakukan sesi pemotretan berkonten pornografi yang mendadak viral di jagat maya.

Di tempat yang sama, Deden Lubis, pihak pengelola, mengklaim setempat tidak mengetahui kejadian tersebut.

Pria yang sering disapa Aden kaget setelah mendengar kabar viralnya foto-foto mesum di media sosial tersebut.

“Kaget banget saya, tiba tiba ada berita gitu,”  terangnya.

Dia mengatakan selalu mengawasi para pengunjung.

“Selama ada kunjungan wisatawan kita sebagai pihak pengelola selalu mengawasi,” ujarnya.

Deden pun membenarkan jika foto-foto tak pantas itu dibuat di tempat wisata Tebing Koja. Karena, kata Deden, background dalam foto tersebut identik dan mirip persis seperti di Tebing Koja.

“Iya benar di sini (Tebing Koja), miripkan. Saya gak tahu kalau ada yang begitu,” ucapnya. Aden menyayangkan kejadian tersebut dilakukan di tempat wisata itu. Ia pun menepis jika pihaknya tidak mengawasi para pengunjung.

“Selama ada pengunjung kita selalu mengawasi wisatawan, kita kontrol dan patroli,” tuturnya.

Aden berharap agar para pelaku segera terungkap dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya itu. Ia merasa dirugikan. Terlebih lagi, warga setempat yang pasti merasa dirugikan dengan kejadian itu.

“Semoga cepat terungkap. Karena saya dan pengelola serta masyarakat merasa dirugikan dengan adanya kejadian ini,” katanya.

Aden dan beberapa pengelola lainnya mengaku sudah dimintai keterangan sebagai saksi oleh polisi. “Iya sudah dimintai keterangan sama polisi, cuma dimintai keterangan aja,” tandasnya. (zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here