SHARE
MUSYAWARAH: Sumiati (kiri) mengembalikan dana bantuan PKH milik Diana (kanan), di Kantor Desa Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Selasa (12/9). FOTO: Korkab PKH Kab Tangerang for Tangerang Ekspres

TELUKNAGA — Kasus pemotongan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, diselesaikan secara musyawarah.

Koordinator PKH Kabupaten Tangerang Sugeng mengaku sudah mengikuti rapat koordinasi yang membahas tentang pungutan liar (pungli) dana bantuan PKH di Kantor Desa Kampung Melayu Timur.

“Bu Sumiati, sebagai mitra bank agen BRILink Erwin, dalam surat pernyataannya mengakui memotong dana bantuan PKH milik Bu Dian senilai Rp525 ribu, dengan dalih bayar utang Bu Dian kepada Bu Sumiati. Selain itu, ada dana bantuan milik orang lain lagi atas nama Bu Diana senilai Rp600 ribu, masuk ke rekening Bu Sumiati,” tutur Sugeng saat dikonfirmasi, Rabu (22/9).

Sugeng menjelaskan, hasil rapat koordinasi dan musyawarah pada waktu itu antara lain, Bu Sumiati akan mengembalikan hak Bu Diana sebesar Rp600 ribu. Sisa dana bantuan Bu Diana yang Rp525 ribu digunakan untuk membayar utang kepada Bu Sumiati.

Kemudian, Acing (perangkat desa) mengembalikan semua Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau sejenis kartu ATM milik penerima PKH, meski beralasan untuk membantu si penerima untuk mencairkan dana PKH.

Berikutnya, agen BRILink dilarang untuk mengolektif atau mengumpulkan KKS atau sejenis kartu ATM milik penerima PKH. Serta aparatur desa juga tidak akan mengolektif atau mengumpulkan KKS milik penerima PKH.(zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here