SHARE
PROYEK: Satu bangunan rumah warga menghalangi proyek pemasangan U-Ditch di Perumahan Taman Walet, RT 10/10, Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Rabu (22/9). FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

PASAR KEMIS — Teras rumah warga di Perumahan Taman Walet, RT 10/10, Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Pasar Kemis, melewati batas jalan. Akibatnya, proyek pembangunan saluran air terganggu karena terhalang bangunan rumah. Agar proyek dapat dikerjakan keseluruhan, bangunan teras rumah harus dibongkar. Namun, Lurah Sindang Sari Deni Setiyawan mengaku, pembongkaran masih dalam proses musyawarah agar manfaat pemasangan U-ditch itu berfungsi maksimal.

“Persoalan ini masih dalam proses musyawarah ketua RT dan RW dengan si pemilik rumah,” kata mantan Lurah Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua ini, kepada Tangerang Ekspres, Rabu (22/9).

Menurut Deni, ia tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan untuk membongkar atau tidak membongkar bangunan rumah yang menghalangi proyek pemasangan U-ditch.

Saat Tangerang Ekspres meminta tanggapannya tentang persoalan tersebut, Sekretaris Dinas Perumahan Permukiman dan Pemakaman (DPPP) Kabupaten Tangerang Ubaidillah mengatakan, akan berkoordinasi dengan Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) untuk mengetahui perizinan bangunan rumah yang berdiri di atas saluran air di perumahan tersebut.

“Saya akan berkoordinasi ke DTRB, apakah bangunan rumah yang berdiri di atas saluran air itu ada izinnya atau tidak,” singkat pria yang akrab disapa Ubed ini, melalui sambungan telepon.

Sementara itu, Ketua RW setempat Andi Santoso meyampaikan, pemilik rumah sudah pasrah, bila bangunan rumah si pemilik rumah itu harus dibongkar.

“Dia (pemilik rumah) mengakui salah, sudah bangun rumah melewati saluran air,” pungkas Andi. (zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here