SHARE
Eva Emilia, Anggota DPRD Kota Tangerang

TANGERANG-Anggota DPRD Kota Tangerang Eva Emilia muncul ke publik dan menjelaskan persoalan yang menimpanya. Ia sebelumnya dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Kota, dengan tuduhan memukul Jopie Amir, seorang pengusaha, dengan gagang pistol. Di depan wartawan, Eva menjelaskan tuduhan itu tidak benar.

Ia pun melaporkan balik Jopie Amir ke Polres Metro Tangerang Kota atas dugaan penganiayaan. Laporan itu dilayangkan anggota dewan dari Fraksi PDI-Perjuangan ini pada 19 September 2021.

“Ini permasalahan bisnis saya. tidak ada kaitannya dengan partai politik saya. Jangan dikait-kaitkan sama partai saya,” jelasnya.

Eva menjelaskan masalah ini bermula ketika dirinya diperkenalkan dengan Jopie Amir yang mengaku sebagai pimpinan perusahaan properti PT Cahaya Langkisau.

Selanjutnya, mereka menjalin bisnis pemasangan interior di rumah Eva dengan nilai Rp 250 juta dengan estimasi 3 bulan pekerjaan selesai. Pemasangan interior dimulai Februari lalu.

Kesepakatan pembayaran pertama uang muka 30 persen. Termin kedua dan ketiga masing-masing 30 persen. Lalu sisanya 10 persen, jika pekerjaan selesai. Eva mengaku sudah membayar 90 persen atau Rp 225 juta.

“Jadi sisanya 25 juta dan 10 persen sebagai garansi jika pemasangan interior sudah selesai,” ujarnya saat jumpa pers, Kamis, (23/09).

Namun, kata Eva, tak sesuai dengan kesepakatan. Interior yang diharapkan pun tak juga dipasang. Padahal kesepakatannya itu akan dipasang 3 bulan setelah pembayaran tahap 3. Hingga September, Eva pun menanyakan hal itu kepada pihak interior yang bekerjasama dengan Jopie, yakni Alexander.

Ternyata uang yang masuk ke Alexander baru sebesar Rp 125 juta. Sementara, uang yang telah disetorkan Eva kepada Jopie sebesar Rp 225 juta. Menurut Eva, Alexander kekurangan Rp 90 juta untuk memasang interior tersebut.

Tak puas dengan itu, Eva pun menyambangi kediaman Jopie di kawasan Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari untuk mempertanyakan hal tersebut pada Minggu, (19/9).

Kata Eva, Jopie mengaku telah menyetorkan uang sebesar Rp 175 juta kepada Alexander. Eva tak percaya dan meminta tanda bukti transfer. Namun Jopie tak memberikannya.

Di sanalah terjadi ketegangan. Eva memaksa Jopie memperlihatkan bukti transfer di handphone-nya. Keduanya saling rebut handphone.

Eva mengaku, tangannya dipelintir Jopie, hingga kesakitan.
Saat terjadi keributan itulah rekan pria Eva, Pabuadi masuk dan mencoba menyelamatkan Eva.

Namun Pabuadi ditahan oleh rekan Jopie yang berjumlah 3 orang. Hingga, Pabuadi meronta dan mengeluarkan pistolnya untuk memukul Jopie. Baku hantam pun tak terhindari. Pabuadi menghantam kepala Jopie dengan pistol tersebut hingga mengalami pendarahan.

Menurut Eva, pistol yang digunakan Pabuadi untuk memukul Jopie bukannya senjata api melainkan airsoft gun.

“Lalu terjadilah baku hantam saat itu, saat itu lah Pabuadi mengeluarkan pistol airsoft gun yang dipukulkan secara refleks yang mengenai wajah Jopie Amir yang sedang melintir tangan saya,” ungkap Eva.

Kemudian, Jopie Amir pun melepaskan pelintiran tangannya ke Eva. Saat itu, Jopie kata Eva mengatakan masalah ini hanyalah salah paham saja dan meminta perdamaian dengan surat yang ditandatangani kedua belah pihak.

Lalu saya dan Pabuadi membawa Jopie ke RS Sitanala, untuk mengobati lukanya, Saya juga yang membayar biaya pengobatannya” katanya.

Namun, ternyata Jopie Amir masih tak terima dengan kejadian tersebut dan melaporkan Pabuadi dan Eva ke Polres Metro Tangerang Kota dengan dugaan pengeroyokan. Menurut Eva, identitas yang disertakan Jopie Amir tak sesuai dengan sebenarnya.

“Jopie Amir membuat laporan yang tidak sebenarnya, saya pun membuat laporan balik dengan kejadian yang benar berdasarkan visum RSU Kabupaten Tangerang,” tutur Eva.

Sementara, Pabuadi senjata airsoft gun tersebut miliknya. Dia mengaku mendapatkan senjata itu dari Polda Metro Jaya beserta perizinannya.

“Punya saya. Iya kepemilikan. Di polda (asal senjata dan izin) senjata sudah saya serahkan ke polres saat laporan, karena permintaan dari polres sementara disita,” katanya.

Pabuadi mengatakan senjata tersebut telah digunakan selama setahun untuk menjaga diri. Sehingga, hanya dikeluarkan ketika terjadi ancaman saja.

“Saya kan mengantar Bu Eva kemana-mana juga, karena kan dia kunker (kunjungan kerja) keluar daerah, saya bawa itu pistol kalau ke luar daerah aja dan posisinya ada di dalam tas,” ungkapnya.

Jopie dalam laporan bernomor : LP/B/1034/IX/SPKT/Polres Metro Tangerang Kota/Polda, menuding telah dikeroyok oleh Eva dan Pabuadi.

Menurut Jopie, setelah dilakukan pengerjaan interior, Eva kecewa dengan hasilnya. Bahkan, Eva datang ke rumahnya.

“Pelaku datang hari Minggu lalu, karena kecewa dia langsung marah dengan saya dan memukul saya dengan sebuah pistol. Pelaku tidak sendirian, tetapi ada laki-laki satu lagi,”ujarnya saat dihubungi Tangerang Ekspres melalui telepon selulernya, Rabu (22/9).

Amir menambahkan, akibat pemukulan dengan pistol wajah bagian kanan robek. Setelah pelaku pergi dirinya langsung membuat laporan ke Polres Metro Tangerang Kota untuk tindak lanjut.

“Pipi saya robek sebelah kanan, dan sudah dijahit mas. Sekarang saya serahkan ke kuasa hukum saya saja, jika ada pertanyaan bisa ke sana,” ungkapnya melalui sambungan telepon.(raf/ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here