SHARE
Sejumlah oang tua siswa berkerumun di halaman SDN Pondok Benda 1 Pamulang, Kota Tangsel, Selasa (21/9) saat menunggu siswa pulang sekolah. Hal tersebut sebenarnya dilarang lantaran dapat menyebabkan penularan Covid-19. Karenanya, kalangan Dewan meminta agar pengawasan PTM diperketat. FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

SETU-Anggota Komisi II DPRD Kota Tangsel Mathodah minta agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel aktif melakukan pengawasan terhadap sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di tengah pandemi Covid-19.

Pasalnya, saat PTM terbatas, khususnya di tingkat SD, banyak orang tua siswa yang kerap menimbulkan kerumunan saat mengantar dan menjemput anaknya. Anggota Komisi II DPRD Kota Tangsel Mathodah mengatakan, pengawasan terhadap sekolah yang mengatakan PTM terbatas perlu ditingkatkan untuk menghindari terjadinya kluster penyebaran Covid-19 di sekolah.

“Saya minta kepada Dindikbud Tangsel untuk melakukan pengawasan terhadap prokes di sekolah yang melaksanakan PTM terbatas, terutama soal kerumunan yang dilakukan oleh orang tua siswa saat antar jemput anaknya,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Jumat (24/9).

Mathodah menambahkan, hal tersebut perlu dilakukan agar tetap aman dan nyamannya anak-anak ke sekolah untuk melakukan PTM terbatas. Ia mengaku, PTM terbatas tingkat Paud, SD, SMP dan SMA/SMK sudah mayoritas berjalan.

“Prokes di semua sekolah saya cek berjalan bagus, persiapan juga bagus dan ketat terapkan prokes. Alhamdulliah semua berjalan, dan orang tua merasa senang dan saya pesankan kesekolah agar hati-hati, prokes dijalankan dan jangan sampai ada kluster gara-gara itu. Kalau anak SMP dan SMA sudah divaksinasi, sakau SD belum,” jelasnya.

Masih menurutnya, jam pulang siswa juga harus diatur dengan baik dan jangan bersamaan untuk menghindari kerumunan. “Maka Dindikbud harus awasi, ngontrol dan tiap hari buat laporan kejadian dan antisipasi segera. Namun, orang tua siswa memang agak susah diberitahu. Kalah masih terjadi kerumunan bisa saja izin PTM terbatas akan ditinjau lagi dan bisa dicabut,” jelasnya.

Mantan Kepala Dindikbud Kota Tangsel ini mengaku, masih ada beberapa SD dan SMP yang belum melaksanakan PTM terbatas, lantaran orang tua siswa tidak memberikan persetujuan dilakukannya PTM. “Karena, salah satu syarat melakukan PTMterbatas ada persetujuan orang tua, kalau orang tua tidak setuju ya ga bisa,” ungkapnya.

Mathodah mengaku, sekolah yang belum melaksanakan PTM terbatas rata-rata adalah sekolah swasta. “Iya yang belum PTM rata-rata sekolah swasta, kalau negeri hampir sebagian sudah,” tutupnya.

Sementara itu, Walikota Tangsel Benyamin Davnie, menyoroti orang tua siswa yang kerap menimbulkan kerumunan saat mengantar dan menjemput anaknya sekolah. Ia mengaku sudah minta agar pihak sekolah untuk mengurai setiap kerumunan yang ada. “Yang jadi sorotan dan perhatian adalah ibu-ibu yang anter jemput yang masih terjadi berkerumun,” ujarnya.

Pak Ben menambahkan, selain orang tua siswa, ia juga mengimbau kepada guru untuk bisa menjadi contoh dalam menerapkan protokol kesehatan. Ia mewanti-wanti jika terjadi klaster Covid-19 di sekolah, maka PTM akan kembali menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Kondisi yang rendah ini jangan kemudian warga ini euforia dengan cara-cara seperti tadi mengabaikan 5M protokol kesehatan. Ini yang kami mintakan kepada semua pihak. Karena, konsekuensinya kalau terjadi penularan lagi dalam PTM ini akan kita ketatkan termasuk sekolah kita liburkan lagi kalau diperlukan,” tambahnya.

Mantan Birokrat Pemkab Tangerang ini juga mengklaim, tidak ada klaster Covid-19 siswa yang selama PTM terbatas. “Saya langsung monitor ke camat, kemudian ke Kepala Dinas Pendidikan, Alhamdulillah tidak ada kasus positif di anak-anak yang mengikuti PTM di Tangsel,” jelasnya.

Menurutnya, pihaknya justru akan menambah kapasitas siswa di dalam kelas yang mengikuti PTM. Saat ini jumlah siswa dibatasi maksimal 50 persen kapasitas kelas. Bahkan pemkot akan melakukan evaluasi lagi seperti apa PTM ke depannya. “Inginnya seperti itu, kalau seandainya sudah semakin bagus, semakin disiplin akan kita tambah lagi kapasitasnya,” tutupnya. (bud/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here