SHARE
KONFERENSI PERS: Kasatreskrim Polres Lebak, AKP Indik Rusmono memberikan keterangan pers di Mapolres Lebak, Senin (27/9). FOTO: Ahmad Fadilah/Banten Ekspres

LEBAK-Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menangkap DS dan DAR. Dua pria ini spesialis pembobol minimarket. Selain di Baros, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, keduanya berhasil membobol 17 minimarket di Jawa dan Bali.

Pelaku yang merupakan warga Jonggol, Kabupaten Bogor terpaksa dilumpuhkan dengan sebutir peluru. Keduanya berusaha kabur saat hendak ditangkap. Mereka berhasil ditangkap di Jonggol, Bogor, Sabtu (25/9).

Kasatreskrim Polres Lebak AKP Indik Rusmono menyatakan petugas terpaksa menembak bagian kaki dua pelaku. Karena saat akan ditangkap, keduanya mencoba kabur. “Dari pengakuan tersangka, sudah 17 TKP (tempat kejadian perkara) di Pulau Jawa dan Bali,” katanya saat konferensi pers di Mapolres Lebak, Senin (27/9).

Menurut Indik, pengakuan pelaku, TKP di Lebak baru satu, yakni minimarket Baros, Kecamatan Warunggunung. Sebetulnya, kata Indik, ada lima pelaku yang melakukan percobaan perampokan. Dua orang berhasil dibekuk dan tiga orang masih dalam pencarian.

Indik mengatakan para pelaku ini, dalam menjalankan aksinya, cukup sadis. Mereka selalu membawa senjata api dan senjata tajam. Bahkan, saat di Warunggunung, aksinya ketahuan dan warga yang berkumpul ke lokasi. Pelaku kemudian menembakan pistol organik ke udara, sehingga membuat warga bubar dan tidak berani mendekat ke lokasi perampokan.

“Beruntung tidak ada warga yang menjadi korban. Kami harap masyarakat tetap waspada, laporkan jika menemukan tindak kriminal,” tuturnya.

Selain dua pelaku, polisi juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa sejumlah peralatan untuk mereka beraksi. Di antaranya, senjata api rakitan bersama amunisinya, senjata airsoft gun dengan pelurunya, empat bilah golok, dan satu gunting baja. Lalu, palu, mesin gerinda, tabung oksigen dan peralatan gas, tabung gas 3 kg, pahat beton, dan dua unit telepon genggam.

“Peralatan las dan semacamnya itu digunakan pelaku untuk membuka brangkas uang yang ada di minimarket. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku kita jerat dengan pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian yang disertai kekerasan dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya sembilan tahun,” paparnya.(mg-5/tnt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here