SHARE
Bupati Tangerang A Zaki Iskandar (kiri) bersama Kepala DP3A Kabupaten Tangerang Asep Jatnika (kanan) berfoto bersama menunjukkan penghargaan Parahita Ekapraya tingkat Madya 2021, kemarin.

TIGARAKSA–Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang kembali meraih penghargaan atas keberhasilan meningkatkan pembangunan pengarusutamaan gender (PUG). Setelah sebelumnya meraih kabupaten layak anak (KLA) atas keberhasilan program Sayang Barudak.

Kepala DP3A Kabupaten Tangerang Asep Jatnika mengatakan, penghargaan yang diraih Pemkab Tangerang yakni Anugerah Parahita Ekapraya (APE) tingkat madya atas keberhasilan program PUG. Ia memaparkan, sudah tiga kali berturut-turut penghargaan Ekapraya tingkat madya diraih sejak 2018.

“Sebelumnya kita tingkat muda kemudian naik satu tingkat ke madya. Target kita tahun depan meningkat ke tingkat utama dan untuk itu ada beberapa hal yang kita siapkan. Tentu penghargaan bukan segalanya. Namun ini merupakan capaian yang patut disyukuri di tengan pandemi kita tetap konsisten meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan perempuan,” katanya kepada Tangerang Ekspres ketika diwawancarai, Senin (27/9).

Diketahui, anugerah APE sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan peran pemerintah daerah dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui strategi Pengarusutamaan Gender (PUG). Penghargaan ini diberikan atas penilaian dari tim Kementerian Negara Pemberdayaan Perempauan dan Perlindungan Anak yang sudah digelar sejak 2004.

Penghargaan ini bisa dilihat sebagai daerah yang menunjukan kondisi kesejahteraan masyarakat dalam kaitannya pencapaian kesejahteraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Asep memaparkan, ada tujuh komponen kunci yang menjadi indikator di daerah telah mencapai pengarusutamaan gender. Yakni, komitmen pemerintah, kebijakan, kelembagaan, sumber daya manusai serta anggaran, alat analisis gender, data gender dan partisipasi masyarakat.

Asep melanjutkan, pengarusutamaan gender merupakan strategi yang dilakukan secara rasional dan sistimatis untuk mencapai dan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam sejumlah aspek kehidupan.

Baik di rumah tangga dan di masyarakat melalui kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan perempuan dan laki-laki ke dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi dari seluruh kebijakan dan program diberbagai bidang kehidupan dan pembangunan.

“Kita telah ada rencana aksi daerah pengarusutamaan gender yang mana merupakan dokumen perencanaan sebagai pedoman dalam upaya melaksanakan stategi pembangunan dengan mengintegrasikan gender. Juga sudah ada Peraturan Bupati Nomor 10 Tahun 2019 dan ini merupakan komitmen kita dalam pembangunan gender di daerah,” pungkasnya. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here