SHARE
KALAH PENGALAMAN: Atlet lompat jangkit Banten Maesaroh (kiri) tampil sebagai peraih medali perak usai kalah dari atlet Pelatnas Maria Natalia Londa. FOTO: Ist

PEROLEHAN medali untuk Banten kembali bertambah. Kali ini dari cabang olahraga atletik nomor lompat jangkit. Atlet andalan Banten Maesaroh berhasil meraih medali perak saat berlaga di Mimika Sport Centre, Rabu (6/10), Maesaroh menjadi runner-up di bawah atlet nasional asal Bali, Maria Londa.

Maesaroh, asal Pandeglang, melakukan lompatan dengan jarak 12.60 meter. Sementara Maria Londa mampu melompat 1 meter lebih jauh yaitu 13.60 meter.

Nomor lompat jangkit putri di PON XX Papua hanya diikuti 4 atlet. Sesuai dengan aturan Panitia Besar (PB) PON XX, jika peserta kurang dari 5 maka medali perunggu ditiadakan.

Manajer tim atletik Banten Asep Suhara membenarkan pada hari pertama ini atletik mampu menyumbangkan medali perak di lompat jangkit.

“Maesaroh berhasil meraih perak. Kami harap atletik bisa menyumbangkan lagi medali dari nomor lainnya seperti nomor lari. Kans kami untuk bisa meraih medali terbuka. Kami akan bekerja keras demi Banten,” jelasnya.

Sementara itu Maesaroh bergembira bisa meraih medali perak. Keberhasilannya meraih medali ini buah latihan keras yang dijalani sebelum berangkat ke Papua.

“Kami berlatih panjang sebelum PON Papua bergulir. Saya gembira akhirnya bisa meraih medali perak. Ini saya persembahkan untuk keluarga yang mendukung saya. Medali ini juga untuk Banten,” ujarnya.

Untuk ke depannya ia akan terus berlatih untuk meningkatkan lompatannya. Ia juga ingin menyumbangkan medali untuk Indonesia nantinya.

“Saya mendapatkan pengalaman dan akan terus belajar agar kemampuan saya semakin bagus dan bisa berprestasi ke depannya,” tutup dia. (hendra/apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here