SHARE
Kapolresta Tangerang Kombespol Wahyu Sri Bintoro (pegang mic) menunjukkan baju mirip seragam perwira tinggi polisi yang dipakai tersangka (baju oranye) untuk menipu korbannya.

CISOKA–Unit Reskrim Polsek Cisoka membekuk tersangka penipuan. ABS (67) yang mengaku sebagai pensiunan jenderal, menipu SM warga Balaraja sebesar Rp 100 juta. Modusnya, ABS menjanjikan bisa memasukkkan anak SM menjadi polisi. Uang sudah disetor, anak SM gagal menjadi polisi karena umurnya tidak memenuhi syarat. Kini, ABS mendekam di tahanan Polsek Cisoka. Pelaku menjanjikan bisa meloloskan anak SM dalam tes seleksi masuk anggota Polri.

ABS meminta uang pelicin Rp 300 juta. Namun, baru Rp 100 juta yang disetor SM. Kapolresta Tangerang Kombespol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, SM kenal dengan tersangka ABS (67) yang mengaku sebagai pensiunan jenderal dan bisa memuluskan jalan masuk menjadi anggota Polri. Wahyu memastikan, ABS bukan pensiunan jenderal polisi. Mengaku sebagai pensiunan jenderal itu, hanya modus untuk menipu. ABS meminta uang Rp300 juta, sebagai syarat agar anak SM bisa masuk polisi.

Lanjut Wahyu, pada awal pertemuan 1 Desember 2019, ABS meminta uang muka 30 persen senilai Rp50 juta. SM tak keberatan. Ia pun memberikan Rp 50 juta kepada ABS, sebagai pembayaran tahap pertama. Kemudian pada 9 Januari 2020, ABS meminta kembali uang Rp25 juta dengan alasan untuk menindaklanjuti nomor pendaftaran.

“Kemudian, tanggal 3 Maret 2020 tersangka meminta kembali Rp10 juta untuk tes kesehatan. Kemudian 3 Mei 2020 tersangka meminta kembali Rp 5 juta untuk menindaklanjuti hasil tes kesehatan. Kemudian, tersangka meminta uang lagi agar total menjadi Rp100 juta,” paparnya kepada awak media saat rilis di Mapolsek Cisoka, Kamis (7/10).

Wahyu menerangkan, tersangka memastikan anak SM lulus dalam setiap tes masuk anggota Polri. Di mana, setalah dinyatakan lulus, korban diharuskan menyetor uang Rp200 juta.

“Kemudian setelah itu ternyata anak korban mengaku tidak pernah diajak untuk mendaftar. Kemudian pada 30 Mei, anak korban mendaftar secara online. Hasilnya umurnya dinyatakan tidak memenuhi syarat,” jelasnya.

Setelah tahu anaknya dinyatakan tidak lulus akibat usia yang tidak memenuhi syarat, SM menelepon ABS pada 3 dan 7 Juli, untuk meminta uang dikembalikan 100 persen. Namun pada batas waktu yang sudah ditentukan, SM mensomasi ABS karena tidak kunjung mengembalikan uang itu. SM yang merasa telah ditipu akhirnya melapor ke polisi.

“Hasil penyelidikan, keberadaan tersangka berada di wilayah Kecamatan Kemiri dan berhasil kita amankan. Kita kenakan 372 penipuan dan 378 penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Barang bukti yang kita amankan selain kwitansi ada juga topi perwiran tinggi Polri dan pakaian mirip kedinasan polisi,” pungkasnya. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here