SHARE
Kapolda Banten Irjen Pol Dr Rudy Heriyanto Adi Nugroho (kanan) meninjau salah satu TPS Pilkades di Kabupaten Tangerang.

TIGARAKSA–Polisi akan menindak tegas warga pendukung calon kades yang menggelar konvoi kemenangan. Seperti yang terjadi di salah satu desa di Kecamatan Sindang Jaya. Warga menggelar konvoi untuk merayakan kemenangan terhadap calon kades yang didukungnya. Kapolresta Tangerang Kombespol Wahyu Sri Bintoro melakukan tindakan tegas.

Membubarkan paksa konvoi. Ia meminta agar calon kades yang dinyatakan menang bisa menahan diri dan tidak menggelar arak-arakan.

“Situasi desa Sukasari Rajeg aman. Yang konvoi sudah dibubarkan. Sudah diingatkan tidak ada pawai konvoi dan lainnya masih ngeyel. Sudah diingatkan tidak ada pawai atau konvoi karena masih masa pandemi Covid-19 dan jelas akan mengundang masalah baru,” paparnya.

Wahyu memaparkan secara umum jalan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Tangerang di 77 desa berjalan kondusif. Meski, ada 14 desa yang di wilayah hukum Polresta Tangerang berstatus zona merah atau potensi risiko konflik tinggi.

Pada apel itu, diikuti 217 personel Polresta Tangerang, 1.080 personel BKO Polda Banten, 180 personel BKO Brimobda Polda Banten, dan 108 personel BKO Brimob Resimen 1.

Wahyu mengungkapkan, hasil evaluasi pilkades di wilayah hukum Polresta Tangerang berlangsung aman dan kondusif. Meski diwarnai adanya penangkapan tim sukses calon kades bagi-bagi uang di Ranca Kalapa, Kecamatan Panongan.

Ia menegaskan pengusutan terhadap kasus oknum tim sukses bagi-bagi uang akan tetap berlanjut.

“Pelaksanaan apel konsolidasi pengamanan Pilkades Serentak 2021 sebagai evalusi pengamanan di 64 desa dan di 953 TPS dengan berbagai kategori tingkat kerawanan. Alhamdulillah, kita dapat lakukan pengamanan dengan baik,” paparnya kepada awak media, Senin (11/10), usai memimpin Apel Konsolidasi Operasi Aman Pilkades Maung 2021 di Lapangan Maulana Yudhanergara, Puspemkab Tangerang.

“Kita tetap lanjutkan penyidikan atas kasus bagi uang di Ranca Kalapa. Untuk oknum anggota sudah dilimpahkan ke ankum (atasan yang berhak menghukum -red) untuk diproses lebih lanjut,” katanya kepada Tangerang Ekspres ketika diwawancarai, Senin (11/10).

Dikatakan Wahyu, kegiatan pengamanan mulai dari proses pendistribusian logistik kelengkapan pilkades, proses pemungutan suara, proses penghitungan suara, pengamanan kotak suara, hingga sidang pleno berjalan dengan baik.

Wahyu juga menyampaikan ucapan terima kasih dari Kapolda Banten Irjen Pol Dr Rudy Heriyanto Adi Nugroho atas dedikasi kerja keras dalam pengaman Pilkades Serentak 2021 sehingga berjalan aman dan kondusif.

“Apel konsolidasi ini sebagai cara mengecek kelengkapan anggota agar jelas keberadaannya jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap anggota. Juga untuk memastikan kelengkapan sarana dan prasarana yang digunakan anggota,” tandasnya.

Perlu diketahui, calon kepala desa di Desa Ranca Kalapa, Kecamatan Panongan berdasarkan nomor urut yakni, 1. Karta, 2. Linda Gunawan, 3. H. Dani dan 4.Umaedi alias Bof. Seperti diberitakan sebelumnya, tim sukses calon kades Umaedi atau Bof memergoki adanya bagi-bagi uang sebagai “Serangan Senja” oleh oknum timses No.2 sekira pukul 13.00 WIB, Sabtu (9/10) atau sehari jelang pencoblosan. Polisi menyita uang Rp 300 ribu.

Hasil penghitungan suara sementara, calon No.4 Umaedi unggul suara yang berpotensi besar menjadi pemenang di Pilkades Ranca Kalapa. Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Tangerang Ekspres Polsek Panongan langsung mendatangi calon kades Ranca Kalapa yang dinyatakan menang. Kapolsek Panongan AKP Gesit Febriyatmoko bersama Camat Panongan Rudi Lesmana melaksanakan kunjungan ke rumah Humaedi alias Bof Cakades Nomor Urut 4 di kediamannya pukul 15.00 WIB.

“Kegiatan sambang ini memang sangat penting untuk dilakukan. Mengingat, situasi kamtibmas tidak akan berjalan dengan maksimal tanpa adanya dukungan seluruh lapisan masyarakat,” ungkap AKP Gesit.

Untuk itu dengan dilakukannya kegiatan sambang sekaligus silahturahmi ini, peranan dari Cakades yang merupakan tokoh masyarakat diharapkan dapat mengajak masyarakat atau simpatisannya kembali hidup rukun bersama dalam membangun Desa.

“Karena perbedaan pendapat dalam pemilihan itu hal yang sudah lumrah terjadi. Dengan berakhirnya masa pemungutan suara mari kita ciptakan kembali situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif. Untuk hasil penghitungan suara kita serahkan saja hasilnya pada penyelenggara,” pungkasnya.

“Kami sangat mengapresiasi kepada para calon kepala Desa Ranca Kelapa bersama tim sukses maupun pendukung bahwa selama pelaksanaan pilkades secara serentak sampai di laksanakannya pemungutan suara dapat terlaksana dengan sangat baik aman dan Kondusif,” ujar Gesit.

“Kami mengucapkan banyak banyak terimakasih atas kunjungan dari jajaran Polsek Panongan dan Camat Panongan kerumah kami, semoga situasi kamtibmas dapat terus terpelihara dan saya beserta tim sukses maupun simpatisan menerima apapun hasil dari penghitungan suara Pilkades di Desa Ranca Kelapa,” kata Umaedi dari keterangan tertulis Polsek Panongan. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here