Home TANGERANG HUB Pandemi, Job Fair di Tangsel Daring

Pandemi, Job Fair di Tangsel Daring

62
0
SHARE

CIPUTAT-Di tengah Pandemi Covid-19 banyak masyarakat yang terkena imbasnya, yakni dengan menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan. Untuk memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, Pemkot Tangsel segera membuka Job Fair.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangsel Sukanta mengatakan, untuk membantu masyarakat yang terkena PHK pihaknya akan segera mengadakan job fair. “Dalam waktu dekat kita akan mengadakan fob fair secara online dan saat ini sedang kita siapkan semuanya,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Rabu (12/10).

Sukanta berharap, launching job fair dapat dilaksanakan dalam rangkaian HUT ke-13 Kota Tangsel 26 November mendatang. “Saya berharap Kominfo bisa memfasilitasi internet yang kita perlukan. Job fair tahun ini belum pernah kita lakukan, demikian tahun lalu juga ga ada lalu karena anggaran direcofusing untuk penanganan Covid-19,” tambahnya.

Menurutnya, job fair online merupakan ide bagus, perusahaan-perusahaan yang akan terlibat nantinya diharapakan mengisi form bahwa mereka menerima pegawai, jumlahnya berapa, latar belakang dan lainnya. Masyarakat juga demikian, melamar juga dilakukan secara online.

“Termasuk tes dan lainnya juga dilakukan secara online. Nanti setiap perusahaan kita buat satu pintu, begitu mereka menerima lowongan dia wajib melapor ke Disnaker dan ini sesuai aturan yang ada,” jelasnya.

Persyaratan yang diperlukan saat melamar¬† juga dilakukan secara daring dan bila diterima baru diminta untuk menunjukan yang aslinya. “Sementara ada 15 perusahaan yang akan bergabung tapi, ini tentatif bisa tambah bisa kurang. Jumlah lokernya ratusan. Latar belang pendidikan ada sarjana ekonomi, STM juga ada,” ungkapnya.

Sukanta mengungkapkan, jumlah pengangguran di Kota Tangsel saat ini mencapai 84.000 orang. “Angka pengangguran ini bisa terus bertambah dengan adanya lulusan baru,” ungkapnya.

Menurutnya, angka tersebut lebih kecil jika dibandingkan daerah di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang. “Angka terakhir 84.000 pengangguran. Masih tetap, baru dua minggu. Nambah bisa, apalagi ditambah tamatan sekolah, jelasnya.

Mantan Kadishub Kota Tangsel ini mengungkapkan, selama pandemi Covid-19, perusahaan sektor perdagangan dan jasa di Kota Tangsel sangat merasakan dampaknya. Termasuk sektor restoran dan hotel juga tersendat proses rekrutmen pegawainya.

Selama setahun lebih pandemi melandai Kota Tangsel sedikit perusahaan yang membuka lowongan kerja. Di masa sulit ini, perusahaan berupaya maksimal mempertahankan pegawainya dan tidak melakukan PHK. “Hanya sedikit perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan, jumlahnya tidak sampai puluhan. Mau bagaimana lagi bisa mempertahankan saja sudah bagus,” ujarnya.

Disnaker mencatat, sejak Maret 2020 sampai Oktober 2021, hanya ada 10 perusahaan yang mencari pegawai baru dan rata-rata kebanyakan sektor barang dan jasa. Hanya sedikitnya lowongan kerja membuat Disnaker tidak membuat gelaran job fair selama pandemi ini. “Ada sih perusahaan yang buka lowongan kerja, seperti Pratama, dia minta 100 orang tapi, itu tidak perlu job fair. Malah kalau job fair menimbulkan kerumunan orang, menimbulkan masalah lagi,” tuturnya.

Disnaker menyebut ada pelonjakan PHK. Jumlah pekerja yang di PHK ada 2.751 pekerja dari 116 perusahaan yang terdampak pandemi Covid-19. “Sejumlah sektor usaha yang mendepak banyak pekerjanya itu berupa industri padat karya, pariwisata dan jasa,” jelasnya.

Sukanta menuturkan, pandemi yang melanda Indonesia dan khususnya Kota Tangsel selama 2020 membuat 116 perusahaan gulung tikar alias tutup. “Yang di PHK ada 2.751 pekerja dari 116 perusahaan,” ungkapnya.

Sedangkan, jumlah pekerja yang terkena PHK selama¬† 2021 berjumlah 398 orang. “Yang paling banyak PHK terjadi pada bulan Juni 2020 yakni Perusahaan SCS 300 orang dan RS Omni 30 orang,” tuturnya. (bud/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here