SHARE
Walikota Tangsel Benyamin Davnie (kiri) memberikan arahan saat memberikan sambutan dalam Gebyar Gerakan Indonesia Membaca di Aula Blandongan, Balai Kota, Selasa (12/10). FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Pemkot Tangsel terus memasifkan gerakan membaca. Hal ini terlihat dengan dilaunching Gebyar Gerakan Indonesia Membaca di Aula Blandongan, Balai Kota, Selasa (12/10).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Taryono mengatakan, Gebyar Gerakan Indonesia membaca di Kota Tangsel penting dilakukan, apalagi di tengah pendemi Covid-19 dan di era digital. “Untuk mengimbangi arus digitalisasi dan membaca itu perlu dibangun dan ditumbuhkembangankan di kalangan siswa, pelajar dan masyarakat,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (12/10).

Taryono mengaku, sebenarnya aktivitas membaca di Kota Tangsel terus dilakukan. Hal itu dapat terlihat dengan tumbuhkembangnya taman bacaan masyarakat (TBM) yang didorong oleh pemkot tapi, menjadi gerakan nasional itu Kota Tangsel baru kali ini, sehingga diharapakan tumbuh kembangnya nyata.

“Kalau  di rumah anak-anak sering pake gawai terus, maka kalaupun pake gawai terus harus secara arif dan bijaksana. Bagaiamana pakai gawai secara positif dan ini juga bagian dari literasi,” tambahnya.

Menurutnya, hari ini (kemarin) Dindikbud melaunching satu gerakan Indonesia membaca di Kota Tangsel. Saat ini kita berada didunia digital maka kita harus bisa berjalan bersama dengan perkembangan digital itu sendiri.

Era sekarang tentu dipengaruhi covid-19 dan memaksa kita untuk mau menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. “Pada Maret 2020 terjadi pandemi covid-19 dan pembelajaran dilakukan daring, semua kaget awalnya tidak percaya dengan teknologi tapi, mau tidak mau kita harus menggunakan teknologi,” terangnya.

Mantan Sekretaris Dishub Kota Tangsel ini mengaku, ironisnya saat ini kita bukan menguasai teknologi informasi dan komunikasi maupun teknologi digital namun, kita dikuasai teknologi digital sendiri. Sesuai arahan pemerintah pusat, Dindikbud Kota Tangsel akan segera membentuk Forum TBM Kota Tangsel dan leading sektornya gerakan Indonesia membaca. “Di Tangsel ada 114 TBM dan semua eksis dan ini didukung oleh Dindikbud dan Dinas Perpustakaan,” ungkapnya.

Pencanangan hari ini (kemarin) akan terus dilakukan diberbagai  forum, termasuk secara berjenjang di kecamatan dan kelurahan. Sesuai apa yang diamanatkan Kemendikbudristek, Dindikbud akan segera membuat payung hukum gerakan Indonesia gemar membaca dalam bentuk peraturan walikota (Perwal).

“Isi Perwal ini tentang berbagai ketentuan terkait bagaimana budaya membaca di Tangsel agar dilakukan disegala lini. Kita sudah punya payung hukum yakni Perda Nomor 20 Tahun 2020,” tutupnya.

Sementara itu, Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, budaya baca pada masyarakat yang masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga lain di Asia. “Kelemahan atau masalah ini disebut sebagai bagian kelemahan dalam literasi pada masyarakat,” ujarnya.

Pak Ben menambahkan, berbicara literasi di Kota Tangsel pihaknya mengucapkan terimakasih kepada penggiat literasi TBM, satuan pendidikan selaku pengelola  perpustakaan yang telah memberikan sumbangsihnya terhadap kemajuan literasi di Kota Tangsel. “Kami terus mendorong penuh terhadap perkembangan budaya literasi, sebagai bagian dari komitmen daerah dan kedepan tentunya literasi Tangsel dapat lebih baik lagi serta profotive percontohan literasi perkembangan literasi bagi daerah lain,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Analis Kebijakan Kurikulum Pendidikan Ditjen Pendidikan Masyarakat Pendidikan Khusus pada Kemendikbudristek, Baharudin mengatakan, gerakan tersebut adalah dalam rangka berkolaborasi dengan Kemendikbud dalam meningkatkan dan mengembangkan aktivitas literasi masyarakat di tingkat kabupaten/kota dan khususnya di Kota Tangsel. “Kolaborasi ini yang nantinya diharapkan dapat dilakukan disemua kecamatan dan kelurahan,” ujarnya.

Baharudin menambahkan, pencanangan gerakan Indonesia membaca tersebut merupakan komitmen Pemda dan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan dan sekaligus menumbuhkan minat baca dan kegiatan literasi ditengah masyarakat. “Serta dalam mendukung terlaksananya 6 literasi dasar gemar membaca,” tambahnya.

Menurutnya, gerakan gemar membaca dilakukan lintas sektor, dan melibatkan pihak terkait. Adanya beberapa latar belakang yang melatarbelakangi gerakan Indonesia membaca. Pertama, Indonesia masih termasuk anggota negara E9, yakni negara dengan jumlah terbesar di dunia tapi, masih memiliki penduduk buta aksara. Kedua, minat baca pendudukan Indonesia baru 0,001 atau seperseribu berdasarkan hasil survei. “Rata-rata lama pendidikan pria 8 tahun dan perempuan 7 tahun,” tutupnya. (bud/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here