SHARE
Brigadir NP meminta maaf langsung kepada Faris. Usai saling memaafkan keduanya berpelukan.

Muhamad Faris Amrullah dipertemukan dengan polisi yang membantingnya. Oknum polisi itu berpangkat brigadir berinisial NP. Faris didampingi ayahnya. Pertemuan itu berlangsung di Mapolresta Tangerang disaksikan Kabidhumas Polda Banten Shinto Silitonga, Kabidpropam Polda Banten Kombespol Nursyah Putra dan Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro.

“Saya meminta maaf kepada mas Faris atas perbuatan saya. Saya siap bertanggungjawab atas perbuatan saya. Saya juga meminta maaf kepada ayahanda mas Faris,” kata NP.

Usai NP menyampaikan permintaan maaf, Faris diberikan kesempatan untuk bicara. “Tentu saya sebagai sesama manusia menerima permohonan maaf tersebut,” kata Faris.┬áNamun, ia menyatakan tidak akan bisa melupakan kejadian tersebut. “Tentu saya tidak akan lupa atas kejadian tersebut,” lanjutnya. Faris meminta agar oknum polisi yang melakukan kekerasan terhadap mahasiswa ditindak tegas.

Setelah itu, NP langsung menyalami Faris dan memeluknya. NP juga menyalami ayah Faris. Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mengapresiasi langkah cepat Kapolda Banten Irjen Rudy Heryanto yang mengunjungi dan minta maaf kepada Faris dan orang tuanya.

Di tengah sorotan masyarakat dengan tagar #percumalaporpolisi sebagai cermin ketidak percayaan masyarakat pada polri, tindakan responsif Kapolda Banten adalah mencerminkan kepekaan pimpinan Polri atas peristiwa yang bisa mencoreng nama baik Polri bila dibiarkan berlarut larut.

Peristiwa yang mengakibatkan Faris pingsan karena dijatuhkan oleh brigadir NP harus ditindak lanjuti dengan pemeriksaan internal. NP diduga melanggar ptotap pengamanan demo.

“Pemeriksaan harus dilakukan oleh Divpropam Mabes polri dan Bidpropam Polda Banten agar menjadi perhatian para aparat kepolisian di lapangan agar melakulan tindakan terukur pada saat munculnya demo yang rusuh,” ujarnya. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here