SHARE
DAMAI: Cakades Badak Anom nomor urut 2 Subro (kiri) berpelukan bersama Cakades nomor urut 1 HM Sanwani dengan disaksikan Kapolsek Pasar Kemis AKP Maryadi, di Mapolsek Pasar Kemis, Senin (13/10). FOTO: Polsek Pasar Kemis for Tangerang Ekspres

PASAR KEMIS — Polsek Pasar Kemis memediasikan HM Sanwani, Calon Kepala Desa (Cakades) Badak Anom nomor urut 1, dengan Subro, Cakades nomor urut 2, di mapolsek setempat, Senin (11/10), sore.

Mediasi dua cakades tersebut, dalam rangka menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi setelah penghitungan suara pilkades di Desa Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Minggu (10/10).

Kapolsek Pasar Kemis AKP Maryadi menjelaskan, hasil kesepakatan mediasi antara lain, pihak cakades nomor urut 1 dan 2 sepakat saling memaafkan. Terkait mobil yang rusak dan korban luka, akan dibicarakan secara kekeluargaan.

“Pihak cakades nomor urut 1 berjanji akan meredam simpatisan agar tidak melakukan perbuatan melanggar hukum. Dan tidak membalas hal yang sama kepada pihak cakades nomor urut 2,” kata Maryadi, kepada Tangerang Ekspres, di ruangan kerjanya, Rabu (13/10).

Dituturkan Maryadi, Senin sore, pihaknya menerima informasi bahwa kendaraan roda empat milik HM Sanwani dirusak dengan cara dilempari batu oleh orang tidak dikenal yang diduga dari kubu Subro, di Kampung Bonar, Desa Badak Anom.

“Menurut informasi, kubu Subro menyatakan bahwa HM Sanwani memancing-mancing kubu lawan dengan memutar-mutarkan sorban di atas mobil oleh karena itu kubu dari lawan H. Sanwani pun merasa diledek atas kekalahan mereka. Nah hal inilah yang jadi kesalahpahaman,” kata Maryadi.

Oleh sebab itu, dilanjutkan Maryadi, kubu lawan melempari rombongan cakades terpilih, dengan batu. Lalu, atas peristiwa tersebut HM Sanwani melaporkan kejadian itu kepada petugas pengamanan yang berjaga di Kantor Desa Badak Anom.

Terpisah, sebelumnya, HM Sanwani mengatakan, tidak bermaksud merayakan kemenangan dengan melakukan konvoi. Menurutnya, pada waktu itu, ia baru pulang dari luar kota.

“Kemudian, saat sampai di perbatasan Desa Bunar (Kecamatan Sukamulya) dengan Desa Badak Anom, saya dijemput oleh sejumlah pendukung. Nah saat perjalanan ke rumah, terjadilah peristiwa penyerangan. Itu karena salahpaham, karena dianggap konvoi,” pungkasnya. (zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here