SHARE
Kapolda Banten Irjen Pol Dr Rudy Heriyanto (tiga dari kanan) didampingi Kabidhumas Polda Banten AKBP Sintho Silitonga (kanan) dan Kapolresta Tangerang Kombespol Sri Wahyu Bintoro (dua dari kanan) bertemu Muhamad Faris (kiri) yang didampingi ayahnya.

TIGARAKSA-Kekerasan ditujukan oknum polisi saat membubarkan demonstrasi mahasiswa di Puspemkab Tangerang, Kamis (13/10). Muhamad Faris Amrullah dari Himpunan Mahasiswa Tangerang (Himata) ditarik, lalu di-Smackdown, dibanting oleh satu orang oknum polisi.

Video aksi itu tersebar di media sosial. Mujur, Faris tidak mengalami luka-luka atau cedera. Puluhan mahasiswa itu menggelar demonstrasi di Puspemkab Tangerang bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Tangerang ke 389 tahun. Demo berakhir ricuh. Polisi berusaha membubarkan para demonstran. Dalam kericuhan itulah, satu oknum polisi berpangkat brigadir berinisal NP melakukan kekerasan terhadap Faris.

Kapolda Banten Irjen Pol Dr.Rudy Heriyanto memastikan Brigadir NP sudah diproses di Divisi Propam dan akan diberikan sanksi tegas. “Atas nama Polda Banten, saya meminta maaf kepada adek Faris yang mengalami tindakan kekerasan oleh oknum Polresta Tangerang pada saat pengamanan aksi unjuk rasa. Kami pastikan ada sanksi tegas terhadap oknum tersebut yang saat ini sedang dalam pemeriksaan oleh Divisi Propam Polri dan Bidpropam Polda Banten,” kata Rudy.

Tak lupa kapolda juga meminta maaf kepada ayahanda Faris.
Rudy datang ke Polresta Tangerang bersama Kabidpropam Polda Banten AKBP Nursyah Putra dan Kabidhumas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga untuk menemui Faris dan orangtuanya. Di depan Faris dan ayahnya, Rudy menyampaikan langsung permintaan maaf atas perlakuan oknum Polresta Tangerang pada saat pengamanan aksi unjuk rasa itu.

Bupati Tangerang A.Zaki Iskandar juga menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang menimpa Faris. Permintaan itu disampaikan melalui IG Pemkab Tangerang. “Semoga peristiwa tersebut tidak terulang lagi,” tulisnya.

Polda memastikan kesehatan Faris. Kapolresta Tangerang Kombespol Wahyu Sri Bintoro bahkan langsung membawa Faris ke Rumah Sakit Harapan Mulia Tigaraksa pada sekitar 15.00 Wib dan langsung ditangani oleh dr. Florentina. “Kami bertanggung jawab penuh atas kesehatan Faris dengan membawa Faris ke rumah sakit untuk pengecekan fisik, bagian tubuh dalam, dan torax. Alhamdulillah hasilnya pemeriksaan fisiknya baik. Kesadaran composmentis atau sadar penuh dan suhu badan normal. Terhadap Faris telah diberikan obat-obatan dan vitamin,” jelas Wahyu.

Kemarin malam Faris didampingi oleh orang tuanya di Polresta Tangerang.
Wahyu menerangkan masih memeriksa 19 mahasiswa yang ikut demonstrasi. Termasuk koordinator lapangan aksi, Faturahman (25).

Berdasarkan informasi dari personel pengamanan aksi unjuk rasa di lapangan, ketegangan terjadi saat tim negosiator Polresta Tangerang meminta perwakilan mahasiswa untuk bertemu dengan pejabat Kesbangpol Linmas Pemkab Tangerang. Namun massa aksi meminta diharikan Bupati Tangerang secara langsung.

Permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena Bupati Tangerang sedang mengikuti rangkaian kegiatan perayaan hari ulang tahun Kabupaten Tangerang ke 389. “Massa aksi mendorong personel pengamanan, dan personel bereaksi dengan mengamankan massa pengunjuk rasa sehingga terjadi ketegangan di lokasi aksi,” terang Wahyu.

Kapolresta memastikan tidak ada surat tanda pemberitahuan (SPT) yang dikeluarkan dari Satuan Intelkam Polresta Tangerang, karena wilayah Kabupaten Tangerang masih dalam kondisi PPKM level 3. “Benar, aksi tersebut tidak memiliki STP karena masih dalam status PPKM level 3,” kata Wahyu.

Setibanya di Polresta Tangerang, ke 19 peserta aksi langsung dilakukan pemeriksaan swabtest rapid antigen oleh tim dokter Polresta Tangerang, dan hasilnya menyatakan tidak ada peserta aksi yang reaktif Covid-19. Selain itu, juga dilakukan pemeriksaan urine dengan hasil 3 diantaranya false positif dan akan didalami lebih lanjut dengan test konfirmasi di Pusdokkes Polri untuk memastikan ada tidaknya unsur narkoba. “Pelayanan kesehatan terhadap peserta aksi lainnya akan diberikan oleh tim dokter Polresta Tangerang,” kata Wahyu.

Terhadap oknum Brigadir NP, saat ini tengah dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh Divisi Propam Polri dan Bidpropam Polda Banten, “Kapolda Banten telah secara tegas menyatakan akan menindak dan memberi sanksi yang berat terhadap personel yang melakukan pengamanan aksi unjuk rasa di luar prosedur pengamanan,” tutup Wahyu. (sep/hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here