SHARE
BARANG BUKTI: Kapolres Serang AKBP Yudha Satria didampingi Kasatresnarkoba Polres Serang Michael Kharisma, menunjukkan barang bukti hasil ungkap kasus pabrik tembakau sintetis dan liquid vape yang mengandung narkotika di Mapolres Serang, Rabu (13/10). FOTO: Agung Gumelar/Banten Ekspres

SERANG-Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Serang, berhasil meringkus pelaku berinisial (RK) yang merupakan produsen tembakai sintetis dan liquid vape berbahan narkotika. Pelaku diciduk di dalam kontrakannya di Jalan Pusri Kemang Ciloang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.

Kemudian, polisi juga berhasil mengamankan ketiga temannya berinisial AM dan YP di Perumahan Puri Serang Hijau Blok H, dengan barang bukti narkoba jenis sinte, liquid, dan alat-alat pembuatannya. Sedangkan, tersangka RS berhasil diamankan di kediamannya yang berada di Perumahan Graha Walantaka.

Kapolres Serang AKBP Yudha Satria mengatakan, pada Rabu 6 Oktober 2021 pukul 12.00 WIB pihaknya berhasil menangkap tersangka RK. Ketika ditangkap, tersangka RK mengakui memiliki pabrik dan gudang pembuatan tembakau sintetis dan cairan liquid vape mengandung narkotika.

“RK ini merupakan otak dari kejahatan tersebut, dia melakukan tindakan ini bersama ketiga temannya yang sudah berhasil kita amankan dengan beberapa barang bukti berupa, 5 kilogram jenis tembakau sinte serta 500 ml liqui vape,” katanya kepada wartawan didampingi Kasatresnarkoba Polres Serang, Michael Kharisma saat konperensi pers ungkap kasus pabrik tembakau sintetis dan liquid vape yang mengandung narkotika di Mapolres Serang, Rabu (13/10).

Yudha mengatakan, para pelaku sudah dua tahun memproduksi narkotika jenis tembakau sintetis dan cairan liquid vape. Kemudian, memasarkan barang haram itu melalui media sosial dengan berbagai cara promosi seperti, undian berhadiah, souvenir, dan kupon, kemudian mengirimkannya melalui jasa ekspedisi.

Adapun keuntungannya, Yudha melanjutkan, dalam satu bulan pelaku RK dan tersangka lainnya dapat memproduksi sebanyak 5 Kilogram tembakau sintetis dan 500 mili cairan liquid vape. Dari hasil produksi itu, tersangka mendapatkan omset mencapai Rp 400 juta.

“Mereka ini menjualnya tidak hanya di Provinsi Banten saja, melainkan di berbagai provinsi seluruh Indonesia seperti, Maluku, Sulawesi, Bali, Jawa, Kalimantan, dan Papua. Setidaknya pelaku ini sudah mempunyai 10 Reseller di Banten dan di luar Banten,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, cairan liquid vape yang mengandung narkotika dijual dengan kisaran harga Rp 400 ribu per 5 ml hingga Rp 1,1 juta per 15 ml, dan untuk bibit yang mengandung narkotika dijual kisaran harga Rp 10 juta per 5 gram dan Rp 320 juta per 300 gram.

“Uang hasil penjualan ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti, sewa kontrakan, uang operasional, uang kuliah dan hiburan. Kami masih melakukan pengembangan terhadap kasus pabrik tembakau sintetis dan cairan liquid vape yang mengandung narkotika,” ucapnya.

Akibat perbuatannya, para pelaku dikenakan Pasal 113 Ayat 1 UU Narkotika No. 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun, dengan denda paling banyak Rp 10 miliar. (mg-7/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here