SHARE
Ketua Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Kota Tangsel Bambang Noertjahjo (kanan) menyerahkan bonus masing-masing Rp 7,5 juta kepada dua atlet asal Tangsel yang meraih medali perunggu pada PON XX Papua. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

KETUA Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Kota Tangsel Bambang Noertjahjo memberikan bonus uang pembinaan kepada dua atlet asal Tangsel yang meraih medali perunggu pada PON XX Papua.

Kedua atlet tersebut adalah Alya Dzakira Fauzia yang berlaga di nomor Kyorugi kelas Under 67 Kg Putri dan Novrika Kusuma R yang tampil pada kelas under 49 kg Putri.

Bambang menyatakan bonus diberikan sebagai apresiasi Pengkot TI Kota Tangsel kepada atlet yang sudah mengharumkan nama Kota Tangsel di tingkat provinsi dan tingkat nasional.

”Ini merupakan apresiasi kami kepada mereka, bagian dari kegembiraan untuk mereka,” ujar Bambang usai memberikan bonus di Puspemkot Tangsel, Ciputat, Selasa (12/10).

Ditambahkan Bambang dengan mengirimkan atlet bergabung dengan kontingen Banten, Kota Tangsel sudah membantu provinsi dengan berpartisipasi di PON XX.

Diketahui, cabor taekwondo Banten mendapatkan tiga medali beberapa waktu lalu. Dari tiga medali tersebut, dua medali diraih atlet Kota Tangsel.

”Ini adalah hal yang patut kita syukuri. Dengan harapan ke depannya, bisa lebih baik lagi dan menyumbang lebih banyak atlet,” ujar Bambang yang juga menjabat Sekda Kota Tangsel.

Sementara itu kedua atlet taekwondo Alya Dzakira Fauzia dan Novrika Kusuma R, mengungkapkan rasa bahagianya mendapat bonus dari Pengkot TI Kota Tangsel.

Alya menjelaskan medali yang dia dapatkan merupakan upayanya dalam memperjuangkan nama Banten dan Kota Tangsel. Meskipun meleset dari target yang ditetapkan, ini menjadi motivasinya agar bisa lebih baik dalam pertandingan yang akan datang.

“Tentunya harus lebih semangat, karena ke depannya pasti akan ada lagi pertandingan-pertandingan yang harus diikuti,” ujar Alya.

Hal senada disampaikan Novrika. Ia menyampaikan rasa bangga dan senangnya bisa mendapatkan bonus. Saat ditanya mau dipakai apa uang yang didapat, mereka kompak menjawab untuk ditabung.

Sementara Ketua Harian Taekwondo Kota Tangsel, Sukma Wijaya menjelaskan, pembinaan kepada atlet ini hanya bisa dilakukan dalam jangka pendek. Belum bisa jangka panjang. Sehingga seleksinya dilakukan dalam kurun waktu sebentar.

Karena itu dia berharap ke depannya, pembinaan bisa dilakukan jangka panjang. Salah satunya dengan melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi yang ada di Kota Tangsel untuk membina atlet. ”Semoga kita bisa bekerjasama dengan perguruan tinggi agar bisa memberikan fasilitas kepada atlet,” kata dia. (apw/cml)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here