Home HUKUM Terdakwa NA Minta dibebaskan, KPA dan PPK yang Bertanggungjawab

Terdakwa NA Minta dibebaskan, KPA dan PPK yang Bertanggungjawab

0
SHARE
Kuasa hukum terdakwa NA Heru Nugroho saat membacakan pledoi di pengadilan tipikor Serang, Kamis (14/10).
Pledoi Dugaan Korupsi Jasa Kebersihan RSUP Dr Sitanala

Serang- Terdakwa NA sebagai anggota unit layanan pengadaan (ULP) meminta dibebaskan dari semua tuntutan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan jasa kebersihan atau cleaning service di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sitanala Kota Tangerang tahun anggaran 2018.

“Kerugian negara sebesar Rp 655 juta yang timbul atas pekerjaan pengadaan itu yang bertanggungjawab adalah kuasa pengguna anggaran (KPA), pejabat pembuat komitmen (PPK), pejabat penerima hasil pekerjaan (PPHP) dan penyedia PT Pamulindo Buana Abadi (PBA). Terdakwa sama sekali tidak ada dalam tahapan tersebut,” kata Heru Nugroho kuasa hukum terdakwa saat membacakan pledoi atau nota pembelaan dihadapan hakim pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) Serang, Kamis (14/10/2021).

Disampaikan bahwa proses awal pelaksanaan kontrak, penilaian sampai dengan tahap serah terima pekerjaan tidak ada kaitannya dengan terdakwa NA. “Terdakwa sama sekali tidak pernah terlibat dalam tahapan pasca kontrak mulai dari pembuatan kontrak sampai dengan pelaksanaan,” ujarnya.

Dikatakan Heru, keputusan untuk memenangkan PT PBA dalam proses lelang cepat merupakan keputusan bersama. Untuk itu, Heru beranggapan bahwa terdakwa NA tidak terlibat dalam kasus tersebut dan meminta kepada majelis hakim yang diketuai Slamet Widodo untuk membebaskan kliennya. “Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang didakwakan,” ucapnya.

Kami menyesalkan dan prihatin atas sikap yang diambil JPU dengan tetap memaksakan tuntutan yang bertentangan dengan fakta persidangan. “Terdakwa NA sama sekali tidak pantas untuk dituntut dengan pasal tindak pidana korupsi”, Kata Heru.

Terang dan jelas sesuai fakta persidangan yang diterangkan oleh ahli pengadaan barang dan jasa sekaligus pensiunan pejabat LKPP Mudjisantoso bahwa sesuai dengan Perpres 54 tahun 2010 dan perubahannya yaitu Perpres 4 tahun 2012, dan Perka LKPP nomor 1 tahun 2015 diterangkan didalam proses e-tendering dengan metode e-lelang cepat atau e-seleksi cepat tidak memerlukan penilaian kualifikasi administrasi dan teknis, serta tidak memerlukan sanggah banding.

Kemudian, jika NA dituntut berupa pidana penjara selama 15 bulan dan membayar pidana denda sebesar Rp50 juta subsidair selama tiga bulan kurungan. Menurutnya, hal itu sungguh memprihatinkan karena unsur-unsur sebagaimana JPU sampaikan sama sekali tidak terbukti secara hukum, maupun fakta persidangan.

“Dengan jelas tidak ada satupun saksi dan bukti yang menerangkan, terdakwa NA menerima satu rupiah pun uang dari penyedia maupun orang lain, jangankan menerima uang kenal saja tidak,” pungkasnya.

Sebelumnya, berdasarkan uraian JPU Kejari Kota Tangerang Reza Vahlefi, kejahatan korupsi jasa kebersihan di RSUP Dr Sitanala tidak dilakukan oleh NA sendiri. Ali Muchtar sebagai sebagai KPA juga terlibat, KPA dan PPK Satriyo Nugroho bersama anggota ULP bekerjasama agar PT PBA menjadi pemenang lelang.

Oleh karena itu penuntut umum telah meminta penyidik Kejari Kota Tangerang mengembangkan perkara tersebut. Sehingga, Kepala Kejari Kota Tangerang telah menerbitkan surat perintah penyidikan tertanggal 23 September 2021. “Yang pada pokoknya memerintahkan penyidik Pidsus pada Kejari Kota Tangerang untuk melakukan penyidikan atas dugaan keterlibatan pihak lain,” kata Reza.

Terdakwa NA oleh JPU Kejari Kota Tangerang dituntut pidana pidana penjara selama 15 bulan. Selain pidana, NA juga dituntut pidana tambahan berupa denda sebesar Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Perbuatan terdakwa tersebut menurut JPU telah terbukti melanggar Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (kdc/rbn/naf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here