SHARE
Pemkot Tangsel mengejar target vaksinasi bisa 100 persen pada Desember.

CIPUTAT-Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengakui vaksinasi Covid-19 dosis kedua masih rendah. Pasalnya, masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi dosis pertama ada yang malas atau lupa untuk vaksin dosis kedua. Terutama lansia.

Pak Ben (panggilan Benyamin Davnie) mengaku, saat ini vaksinasi untuk dosis pertama baru 73,6 persen. “Yang masih rendah cakupan vaksinasi itu lansia karena, vaksin pertama datang namun, kedua lupa. Ini bisa karena lupa atau tidak ada yang mengantar dan lainnya,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (14/10).

Menurutnya, sampai hari ini (kemarin) vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 73,6 persen, maka pertengahan Oktober akan dikejar sampai 75 persen. “Akhir Oktober harus sampai 80 persen, November 90 persen dan Desember harus 100 persen seluruh target harus sudah divaksinasi,” tambahnya.

Pak Ben mengungkapkan, vaksinasi yang masih terus harus digenjot adalah remaja. Untuk siswa SMP sudah hampir 100 persen. Namun, SMA masih harus dioptimalisasi lagi. Meskipun sudah divaksinasi masyarakat diharap jangan abai akan protokol kesehatan (prokes).

“Mencegah virus caranya hanya dua, yakni vaksinasi dan tetap jaga prokes. Yang sudah vaksin pun agar tetap meningkatkan kekebalan tubuh maksimal 95 persen dan sisanya prokes,” jelasnya.

Mantan Wakil Walikota Tangsel ini menjelaskan, vaksinasi dan masker saat ini akan jadi peradaban kita. “Suka tidak suka, engap gak engap ya harus pakai masker saat ini. Masker medis waktu penggunaannya maksimal empat jam dan setelahnya harus diganti,” terangnya.

Pak Ben mengungkapkan, saat ini kasus Covid-19 sudah sangat rendah. Namun, kita diingatkan untuk tetap jaga prokes. “Angka kematian Covid nol, angka kesembuhan 97 persen. BOR ICU dan isolasi sisa 4 persen. Total yang masih kena Covid ada 96 orang,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, vaksinasi terus digenjot. Hal itu untuk merealisasikan program herd immunity atau kekebalan massal.

“Pengendalian Covid-19 ini masih sangat diperlukan, bagaimana kita sama-sama mengendalikan Covid ini tentunya kita harus terus menjaga protokol kesehatan, dan juga vaksinasi,” ujarnya.

Allin menambahkan, saat ini pihaknya terus menggencarkan program vaksinasi bagi masyarakat yang masuk dalam kategori penerimanya. Realisasi program vaksinasi pada wilayah kerjanya telah mencatat capaian sebesar 73,4 persen dari 1.075.266 target penerimanya.

“Capaiannya sudah diangka 73,4 persen untuk dosis satu dan dosis duanya sudah diangka 46,6 persen,” tambah Allin.

Ia menjelaskan, berdasarkan data per 12 Oktober, peserta vaksinasi terkategori kelompok tenaga kesehatan telah tercatat pencapaian pada dosis pertama sebesar 161 persen, dosis kedua sebesar 149,3 persen, dan dosis booster atau ketiga sebesar 82 persen.

Kemudian, kelompok peserta lanjut usia (lansia) tercatat telah melakukan penyuntikan vaksin tercatat sebesar 50,7 persen pada dosis pertama, dan 39,1 persen pada dosis kedua.

“Pada kelompok peserta petugas publik tercatat telah melakukan penyuntikan vaksin sebesar 405,8 persen pada dosis pertama, dan 308,5 persen pada dosis kedua,” ungkapnya.

Allin melanjutkan, pada kelompok masyarakat rentan dan umum telah terlaksana penyuntikan vaksin sebesar 57,5 persen pada dosis pertama dan 32 persen pada dosis kedua 10 persen.

Terakhir, pada kelompok remaja tecatat sebesar 28 persen pada dosis pertama, dan 23,5 persen pada dosis kedua.

“Ini butuh dukungan kita bersama bagaimana vaksinasi ini juga bisa terus laju hariannya ini bisa sesuai dengan target yang sudah ditentukan,” tutupnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here