SHARE
AKSI: Puluhan warga asal Kampung Pasir Gadung Wadas, Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan melakukan aksi di Puspemkot Serang, Kamis (14/10). FOTO: Doni Kurniawan/Banten Raya

SERANG-Puluhan warga asal Kampung Pasir Gadung Wadas, Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan melakukan aksi di Pusat Pemrintahan Kota (Puspemkot) Serang, Kamis (14/10). Aksi tersebut menurut sejumlah janji yang sempat dilontarkan menjelang penekanan kerjasama antara Pemkot Serang dan Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) soal pengelolaan sampah.

Ketua Koordinasi Masyarakat Pasir Gadung Wadas Ali Udin mengatakan, kedatangannya untuk mengingatkan Walikota Serang dan OPD terkait atas janji, salah satunya kompensasi bagi masyarakat yang terdampak langsung atas kerjasama tersebut.

“Kami bukan menentang, tapi mengingatkan tolong tepati janji-janjinya. Karena sejak Februari berjanji akan memberikan perhatian kepada masyarakat sekitar yang terdampak, dan kenyataannya janji itu belum dipenuhi,” katanya kepada wartawan.

Lebih lanjut, jarak kampung halamannya cukup dekat dengan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong yakni sekitar 100 meter. Sementara pembuangan sampah dari Tangsel sudah berjalan satu bulan. “Pembuangan sampah sudah berjalan sementara kompensasi belum dicairkan, kami menuntut agar segera dicairkan,” ujarnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mempertanyakan pembuangan sampah yang sudah berjalan tanpa adanya penataan TPAS Cilowong terlebih dahulu. Padahal sebelumnya sampah tidak akan dibuang sebelum adanya penataan TPAS Cilowong. “Tapi kenyataannya tidak, malah dibuang dulu baru pembangunan. Dan itu sudah melanggar perjanjian awal kami dulu dengan Pemkot Serang,” terangnya.

Sementara itu, warga Pasir Gadung Wadas juga meminta agar pembuangan sampah dilakukan pada malam hari. Sebab bila siang hari akan menimbulkan kemacetan dan menganggu aktivitas masyarakat sekitar. “Kalau siang hari itu macet, dan menganggu kegiatan masyarakat. Termasuk bau dari sampah yang bisa mencapai lima kilo meter,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, pemkot tengah memproses dana bantuan kompensasi sebesar Rp 21 miliar dari Tangsel. Sementara pihaknya juga tengah menghitung kompensasi dampak negatif (KDN) sebesar 10 persen dari jumlah sampah yang dikirimkan untuk masyarakat. “Itu sudah dihitung, dan sekarang kan sedang berproses melalui rekening. Karena kalau melalui orang atau paguyuban nanti dikentit, nanti rame lagi,” katanya.

Kemudian terkait dengan pengiriman dan menimbulkan bau yang menyengat, maka pihaknya akan berkirim surat kepada Walikota Tangsel agar dapat mengirimkan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). “Nanti kami akan mengirimkan surat ke walikota Tangsel agar mengirimkan armada yang sesuai SOP. Yang bagus dan tidak bocor, dan itu sudah kami sepakati bersama,” jelasnya.

Sementara Nanang mengaku, penataan infrastruktur TPAS Cilowong terlambat disebabkan adanya proses lelang untuk pekerjaan dengan nilai diatas Rp 200 juta. “Makanya agak lambat nih, karena kan ada proses lelang. Tapi sekarang sedang ditayangkan oleh dinas LH,” paparnya. (mam/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here