SHARE
MENERANGKAN: Direktur Utama Bank Banten, Agus Syabarrudin (tengah) menerangkan kondisi Bank Banten yang berpotensi mendapat dana segar sebesar Rp1,8 triliun dari Konsorsium Group MKA dalam acara Ngobrol Santai Bareng Mitra, dengan tema “21 Tahun Provinsi Banten, Bagaimana Peran BUMD dan Perekonomian” yang di gelar Pokja Ekbispar Banten di salah satu hotel di Kota Serang, Jumat (15/10). FOTO: Syirojul Umam/Banten Ekspres

SERANG – PT Bank Pembangunan Banten Tbk atau Bank Banten (BEKS) mendapat dana segar sebesar Rp1,8 triliun. Hal ini didapat dari ketertarikan konsorsium group Mega Karya Anugrah (MKA) menjadi standby buyer usai menggelar rights issue (RI), dan tentunya akan digunakan sebagai upaya ekspansi bisnis.

Direktur Utama Bank Banten, Agus Syabarrudin mengatakan, Sebagai informasi, Bank Banten melaksanakan rights issue dengan menerbitkan 23,9 miliar lembar saham baru tipe C, dengan harga pelaksanaan Rp77 per saham. Masing-masing diberi nominal sebesar Rp50. Harga ini ternyata diminati oleh banyak konsorsium termasuk dari group MKA.

“Kami dilirik oleh banyak konsorsium termasuk MKA, mereka lagi mengejar administrasifnya, mudah-mudahan waktunya keburu” katanya dalam acara Ngobrol Santai Bareng Mitra, dengan tema “21 Tahun Provinsi Banten, Bagaimana Peran BUMD dan Perekonomian” yang di gelar Pokja Ekbispar Banten di salah satu hotel di Kota Serang, Jumat (15/10).

Ia menjelaskan, pihaknya bersama MKA sudah saling berbincang dan memiliki komitmen bersama untuk memajukan Bank Banten. “Perusahaan ini bergerak di bidang pertambangan yang ada di kawasan Jogjakarta Jawa Tengah, dan mereka sudah menyiapkan dana Rp1,8 triliun untuk membeli saham kita di rights issue ini,” ujarnya.

Ia menuturkan, bila dana segar tersebut sudah masuk maka pihaknya akan melakukan ekspansi bisnis, yakni 65 persen untuk penyaluran kredit masyarakat dan 35 persen untuk penguatan struktur keuangan. “Saya kira hal itu yang memotivasi dan mendasari kami untuk terus mengupayakan penguatan modal ini bisa kita lakukan, karena kami punya rencana bisnis kedepan yang semakin bagus lagi,” tuturnya.

Tak hanya itu, dengan adanya RI ini merupakan salah satu cara untuk memperkuat sisi permodalan serta likuiditas, termasuk melampaui emiten saham Bank Jawa Timur (BJTM) dan Bank Jabar dan Banten (BJBR).

“BJBR sudah 60 tahun usianya harga sahamnya 1.500 an dan BJTM usianya 50 tahun lebih harga sahamya 600 an sementara itu BEKS baru 5 tahun harga sahamnya 100 an. Kalau sisi ekonomi Banten bagus BEKS punya peluang, ternyata saat triwulan kedua dan ketiga kinerja BEKS meningkat bahkan sekarang kita kebanjiran liquiditas,” paparnya. (mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here