SHARE
RSU Serpong Utara belum beroperasi penuh. Pemkot Tangsel mengandalkan pengadaan sarana dan prasarana dari bantuan keuangan Provinsi Banten.

SERPONG-Sampai saat ini bantuan keuangan (bankeu) dari Provinsi Banten belum juga turun dan Pemkot Tangsel. Padahal, bantuan tersebut dibutuhkan untuk pengadaan sarana dan prasarana di RSU Serpong Utara (Serut).

Walikota Tangsel Benyamin Davnie mendapat informasi besaran tak sebesar yang diajukan. Justru berkurang. “Kita sedang cari solusi, bagaimanapun ini kondisi kesulitan dialami semua pihak,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (15/10). Pemkot Tangsel semula mengajukan Rp 30 miliar. Namun, dalam perjalanannya, justru Pemprov Banten menguranginya.

Pak Ben (panggilan Benyamin Davnie) menambahkan, pihaknya sudah mengumpulkan semua TAPD dan terus berusaha mencari solusi agar bankeu bisa segera tersalurkan. “Prinsipnya bagaimana caranya pembangunan jangan sampai terhambat. Saya lagi minta Bappeda dan BPKAD menelusuri dan cari solusi, itu saja yang penting cari solusi,” tambahnya.

Menurutnya, bila kegiatan non fisik itu mungkin bisa ditunda. Namun, sejumlah kegiatan fisik yang bersumber dari bankeu provinsi tidak bisa ditunda. “Bankeu ini sudah kita ajukan Rp 30 miliar dan konon katanya menjadi Rp 20 miliar dan itu semua kita alokasikan untuk pengadaan sarana prasarana RSU Serpong Utara,” jelasnya.

“Nah itu sedang saya minta cari solusinya, karena itu pengadaannya melalui e-katalog semua dan masih ada waktu. Bisa dari bantuan tak terduga (BTT) digantikannya dan lainnya. Ini sedang dikerjakan,” ungkapnya.

Masih menurutnya, bankeu dari provinsi belum tersalurkan, pasalnya belum lama ini keputusan Gubernur juga baru keluar. Meskipun bankeu tahun ini belum juga turun namun, informasi yang beredar tahun 2022 bankeu dari provinsi hanya Rp 10 miliar.

“Tahun depan saya belum tahu dapat bankeu berapa. Namun, di 2020 malah dana insentif daerah dari pusat infonya tidak masuk. Tahun ini kita dapat Rp 63 miliar. Kalau hanya dapat Rp 10 miliar (bankeu provinsi) bagaimana caranya kita harus tetap jalan,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala BPKAD Kota Tangsel Warman Syanuddin mengatakan, terkait usulan bankeu pihaknya masih menunggu proses di Provinsi Banten. “Kita masih menunggu dan semua kota kabupaten se-Banten juga belum ada yang disalurkan,” ujarnya.

Warman menambahkan, pengajuan bankeu di Kota Tangsel awalnya untuk pembangunan inftrastruktur. Namun, sekarang diubah untuk kebutuhan Rumah Sakit Serpong Utara.
Sehingga pihaknya harus menyesuaikan.

Pengajuan bankeu provinsi sudah dilakukan sejak Juli lalu. “Kita usulkannya ke gubernur melalui sekretaris daerah (sekda),” tambahnya

Warman. Ia mengungkapkan, bankeu yang diusulkan Rp 30 miliar dan itu sesuai Kepgub yang lama. “Usulan ini untuk pengadaan peralatan kesehatan RSU Serpong Utara, untuk UGD, untuk peralatan, kan untuk penanganan kesehatan berjalan terus,” jelasnya.

Menurutnya, meskipun kasus Covid-19 melandai maka penanganan kesehatan akan jalan terus. Sehingga, pihaknya berharap bankeu segera disalurkan dan dapat dipergunakan untuk memenuhi keperluan RSU Serpong Utara.

“Kita tinggal nunggu info dari provinsi. Surat permohonan percairan bankeu untuk Tangsel sudah kita kirimkan sejak Juli. Tahun lalu bankeu juga untuk penanganan Covid-” katanya.

Warman menjelaskan, pencairan bankeu belum tentu dilakukan sekali. Namun, bisa beberapa kali dan Pemkot Tangsel tinggal menyesuaikan mekanisme provinsi. “Mudah-mudah bankeu cair cepat dan kasus Covid terus melandai tapi, penanganan kesehatan terus berjalan,” tuturnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here