SHARE
SOSIALISASI: Mahasiswa KKN UMT di Kecamatan Kelapa Dua memberikan sosialisasi dan edukasi pencegahan stunting, Senin (18/10). FOTO: KKN UMT for Tangerang Ekspres

KELAPA DUA — Kelompok kuliah kerja nyata (KKN) dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) menggelar sosialisasi pencegahan stunting bagi warga Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua. Sasarannya, mencegah dan menurunkan angka stunting.

Ericha Dwi Kurniasari Sulaiman peserta KKN UMT di Kecamatan Kelapa Dua mengatakan, memilih topik stunting merupakan hal yang menarik dalam kegiatan pengabdiannya. Tujuannya, dengan upaya pemberdayaan masyarakat khususnya bagi ibu hamil yang menjadi tonggak awal kehidupan anak di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Ia menjelaskan, sosialisasi digelar dengan menggunakan protokol kesehatan secara ketat. Dari banyak tema yang diusung oleh mahasiswa KKN yang tersebar d Kabupaten dan Kota Tangerang, terdapat peserta yang mengangkat tema stunting.

“Hampir sebagian besar tema yang diangkat tentang stunting. Tentunya dengan tujuan menurunkan angka stunting di Indonesia. Dari program ini, diharapkan mahasiswa dapat ikut andil dalam membantu menurunkan angka kejadian stunting, dengan program kerja yang telah disusun, atas sepengetahuan dan persetujuan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan pihak desa atau kelurahan di mana kami mengabdi,” paparnya kepada awak media, Senin (18/10).

Ericha menjelaskan, peran ibu dirasa sangat penting dalam menekan stunting di masa pandemi Covid-19. Menurutnya, ibu sebagai orang tua utama bagi anak dalam masa tumbuh kembangnya, yang diawali sejak dari masa kandungan.

“KKN kami ingin fokus pada bidang kesehatan, walau sebetulnya saya juga masih belajar. Kami harap program kerja yang telah disusun dapat membantu masyarakat dalam mengatasi permasalahan ini,” pendapat Ericha.

Kegiatan KKN yang hanya dilakukan selama 30 hari dirasa kurang dalam upaya pendampingan di masyarakat, karena setidaknya memerlukan waktu paling singkat 2 hingga 3 bulan lamanya untuk mengetahui perkembangan tinggi anak sebagai indikator keberhasilan penanganan stunting. Mahasiswa KKN UMT ini memberikan penyuluhan dengan jumlah terbatas kepada warga. Bahkan ada yang langsung kepada personal warga.

“Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat dalam upaya pengendalian kejadian stunting. Nantinya masyarakat mampu menerapkan hidup sehat di kehidupan sehari-hari, serta terkontrolnya pola asuh dan pola makan terhadap anak,” tegasnya.

Sementara, salah seorang dosen pembimbing KKN UMT Dadang memaparkan, program kuliah kerja nyata di masyarakat harus memberikan manfaat. Menurutnya, mahasiswa dapat memberikan edukasi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat, sebagai tri darma perguruan tinggi.

“Mahasiswa setelah mendapatkan ilmu di kampus, sudah seyogyanya memberikan ilmu tersebut kepada masyarakat dalam bentuk pengabdian,” ucap Dadang, yang juga dosen Fakultas Ekonomi UMT. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here