SHARE
PEMERIKSAAN: Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang melakukan pemeriksaan dan pengawasan di pasar tradisional, Senin (18/10). FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Untuk memastikan bahan makanan aman dan tidak bermasalah saat dikonsumsi, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang terus melakukan pengawasan di pasar tradisional yang ada di Kota Tangerang.

Kepala DKP Kota Tangerang Abduh Surahman mengatakan, pengawasan keamanan pangan dilakukan bersama Balai Karantina Bandara Soetta. Lokasi yang dituju, mulai dari Pasar Anyar, Modern Town Market, Carefour Tangcity dan Lion Superindo.

“Sasaran pengawasan mulai dari produk daging ayam, sapi dan ikan. Selain itu, pertanian seperti sayur mayur, buah hingga kacang-kacangan. Semua dicek langsung dan setiap pasar, kita ambil sampelnya untuk diuji lab lebih lanjut. Kali ini, dari empat pasar sekitar 35 sampel kita ambil,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di ruang kerjanya, Senin (18/10).

Abduh menambahkan, pengawasan keamanan dan mutu pangan segar ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran pedagang agar tidak menggunakan bahan kima berbahaya, seperti, formalin, residu pestisida, H2O2 hingga norax. Selain itu, memastikan pedagang tidak melakukan oplosan pada daging sapi dengan daging babi atau anjing.

“Memastikan secara langsung pemotongan unggas dilakukan secara halal sesuai syariat Islam. Terpenting, Pemkot Tangerang bersusaha memberikan rasa nyaman pada masyarakat sebagai konsumen,”paparnya.

Ia menjelaskan, jika nanti ditemukan pedagang yang menggunakan zat kimia berbahaya, oplosan pada daging atau atau pestisida pada sayur dan buah. DKP tak ragu secara langsung, akan melayangkan surat teguran dan surat pernyataan atau perjanjian.

“Sejak 2016, DKP rutin melakukan pengawasan keamanan dan mutu pangan segar. Sejak itu, DKP bersama Tim Pengawasan Pangan Terpatu secara tegas menindak mereka pedagang nakal, bahkan hingga tahap pengadilan. Semua dilakukan, untuk memastikan seluruh pangan segar di Kota Tangerang aman dikonsumsi,”ungkapnya.

Abduh menutrukan, bahwa masyarakat juga bisa melaporkan kepada DKP jika menemukan pedagang yang nakal. Karena, dengan laporan tersebut bisa membantu DKP dalam melakukan pengawasan.

“Saya harap, masyarakat bisa ikut andil. Artinya, dengan pengawasan bersama kita bisa memantau dan mengantisipasi adanya pedagang nakal,”tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here