SHARE
RILIS: Kapolresta Tangerang Kombespol Wahyu Sri Bintoro (memegang mikrofon) memberikan keterangan pers saat ungkap kasus pemalsuan dokumen negara di Mapolresta Tangerang, Senin (18/10). FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

TIGARAKSA — AD (26) pemilik warung internet (Warnet) di Kecamatan Rajeg dicokok Polresta Tangerang. Ia disangkakan melakukan pemalsuan dokumen negara berupa surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), surat izin mengemudi (SIM) dan surat keterangan domisili.

Kapolresta Tangerang Kombespol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, tersangka berinisial AD (26) sebagai pembuat dokumen palsu dan pemilik warnet di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang sudah berjalan satu tahun.

“Kita amankan tersanhka AD pada Sabtu (16/10). Ia diduga melakukan pemalsuan dokumen negara. Tersangka dalam menjalankan aksinya, identitas nama dalam dokumen diubah dengan cara scan surat SKCK. Nama diubah tersangka sesuai dengan identitas pemesan,” katanya saat konferensi pers di Mapolresta Tangerang, Senin (18/10).

Tidak hanya proses scaning dokumen, tersangka juga memalsukan dokumen dengan aplikasi Photoshop. Sehingga, dokumen yang dipalsukan hampir mirip dengan dokumen aslinya.

“Aplikasi photoshop digunakan untuk ubah tanggal dan foto pemesan. Tersangka memberikan tarif sebesar Rp20ribu sampai Rp25 ribu per dokumen atau suratnya, dengan total keuntungan dalam satu tahunnya mencapai Rp40 sampai Rp50 juta. Sehari pelaku bisa membuat SKCK palsu sebanyak lima lembar. Total keuntungan selama satu tahun kurang lebih Rp40-45 juta,” ujarnya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas diantaranya seperti satu unit CPU, satu unit Monitor merek LG, satu Keyboard, Mose, Printer merek Epson, satu lembar SKCK 4363/10/2021 Polsek Rajeg, satu surat keterangan domisili, surat pengantar pekerjaan nomor dari kantor Desa Pasarkemis, satu lembar kartu tanda pencari kerja yang dikeluarkan oleh Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigasi Kabupaten Tangerang atau biasa dikenal surat kuning.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuataanya, AD dijerat Pasal 263 ayat 1 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” paparnya. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here