SHARE
LAUNCHING: Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch. Maesyal Rasyied (kanan) bersalaman jelang launching Sanitren di Hotel Istana Nelayan, Kota Tangerang, kemarin. FOTO: Humas Pemkab Tangerang

TANGERANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kembali melaksanakan program unggulan Sanitasi Pondok Pesantren (Sanitren) setalah sebelumnya pada 2020 tertunda akibat pandemi Covid-19. Program Sanitren resmi dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Moch. Maesyal Rasyied dihadapan 150 kiyai maupun pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes).

Data yang diperoleh, dari sekitar 800 pondok pesantren saat ini, pemerintah baru bisa memberikan bantuan program Sanitren kepada 346 pondok pesantren. Program Sanitren sendiri di mulai sekitar tahun 2018 lalu. Sedikitnya, ada sebanyak 46 ponpes yang berhasil di garap. Sedangkan, pada 2019 sebanyak 150. Untuk tahun 2020 lalu, program tersebut dihentikan sementara akibat anggaran dan efek pandemi Covid-19, dan baru dimulai tahun ini 2021 dengan sasaran sebanyak 150 ponpes.

Maesal Rasyid mengatakan, sanitasi pesantren yang sudah mulai sejak 2018 merupakan salah satu program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang. Nantinya, pemerintah akan membangun sarana sanitasi berupa layanan air bersih untuk mandi, cuci dan WC  di lingkungan pesantren.

Menurutnya, program sanitren bertujuan agar setiap pimpinan pondok pesantren mengedepankan dan memperhatikan pembangunan sanitasi agar bersih, sehat, rapi dan nyaman.

“Program unggulan ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah daerah untuk memberikan bantuan pembangunan sanitasi untuk pondok pesantren yang ada di Kabupaten Tangerang. Tahun 2021 sebanyak 150 pondok pesantren akan diberikan bantuan untuk program sanitren,” ungkapnya  saat membuka Sanitren, di Hotel Istana Nelayan Jatiuwung, Kota Tangerang, Selasa (19/10).

Lanjut Maesyal, Sanitren merupakan program unggulan bukan hanya meningkatkan dari sisi keagamaan namun sekaligus membentuk dan meningkatkan kualitas hidup dalam sisi kesehatan warga ponpes. Lebih jauh lagi, program unggulan bertujuan untuk mengikis habis anggapan bahwa pondok pesantren kumuh dan tidak tertata. “Separuh lagi sesuai dengan arahan pimpinan, bupati dan wakil bupati, akan kita selesaikan dalam 2 atau 3 tahun mendatang supaya semua pondok pesantren mendapatkan sanitasi yang layak,” paparnya. (sep/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here