SHARE
PEMBONGKARAN THM: Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa memimpin pembongkaran THM di JLS, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Kamis (21/10). FOTO: Diskominfotik for Banten Ekspres

SERANG-Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang mengosongkan dan membongkar Tempat Hiburan Malam (THM) di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang yang sudah tidak mengantongi izin atau ilegal, Kamis (21/10). Dalam operasi tersebut, petugas menemukan botol minuman keras (miras) dan alat kontrasepsi berupa kondom.

Diketahui, operasi pengosongan properti dan pembongkaran THM dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, didampingi Kepala Satpol PP Kabupaten Serang Ajat Sudrajat, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Serang Ratu Julmihayati dan dibantu TNI dan Polri.

“Kami tidak menginginkan cara seperti ini kalau para pengusaha THM kooperatif. Kita sudah beberapa kali memberikan peringatan segera mohon ditutup karena masyarakat protes tidak menerima wilayahnya ada THM. Kami sudah berikan peringatan-peringatan beberapa kali, peringatan termasuk kami sudah cabut izin bangunannya,” kata Pandji kepada wartawan.

Pandji mengatakan operasi diawali dengan mengecek keberadaan THM Trinaga Cafe. Pembongkaran paksa pintu masuk pun dilakukan. Hasilnya cafe tersebut sudah mengosongkan properti dan sambungan arus listrik pun dipadamkan. Kemudian, dilanjutkan THM New Roger Karaoke dan Lounge. Juga kafe Star Queen dilakukan pembongkaran paksa pintu masuk dengan cara memotong rantai oleh petugas Satpol PP. Di lantai dasar kafe itu tidak ditemukan properti, hanya menyisakan meja dan kursi.

Tidak hanya sampai di situ, Pandji mencurigai ada pintu masuk yang mencurigakan menggunakan bahan bambu triplek. Ia langsung memerintahkan petugas, agar pintu tersebut dibongkar paksa menggunakan linggis dan palu besar. Setelah terbongkar, ternyata pintu tersebut pintu rahasia menuju tangga lantai dua dan tiga.

Di lantai dua ditemukan belasan ruangan karaoke namun terkunci, Pandji kembali memerintah untuk membongkar sejumlah pintu untuk memastikan isi ruangan tersebut. Di lantai dua, petugas pun menemukan puluhan botol miras berbagai merek dan ditemukan juga alat kontrasepsi berupa kondom. Kemudian, para petugas menyita barang bukti berupa alat karaoke, botol miras, dan alat kontrasepsi berupa kondom dengan dibuatkan berita acara.

“Ini akibat mereka masih membandel, malah informasinya tadi malam masih ada yang beroperasi, terpaksa kami lakukan langkah ini. Langkah ini pengosongan dengan secara paksa pengambilan beberapa barang dan kami buat dalam berita cara pengambilan barang. Kami jamin barang itu bukan untuk kepentingan pribadi tapi kami sita. Ada berita acara jenis barangnya apa. Kami juga meminta kepada pihak PLN untuk mencabut sambungan listriknya,” ujarnya.

Ia juga mengatakan langkah terakhir akan dilakukan jika sudah pengosongan namun mereka masih tetap beroperasi. Yakni pihaknya dengan terpaksa membongkar bangunan dengan bulldozer.

“Terakhir yang kami lakukan adalah kami akan dozer, kami akan bongkar. Kami akan bongkar dengan paksa, saya akan turunkan bulldozer kalau seandainya masih membandel melaksanakan kegiatan THM,” ucapnya.

Dengan ditemukannya botol miras berbagai merek dan alat kontrasepsi berupa kondom, Pandji mengaku khawatir banyak orang menduga-duga selain digunakan sebagai THM, ini juga digunakan untuk tempat prostitusi.

“Orang gampang menduga kalau ditemukannya kondom, orang akan menduga seperi itu. Tadi berserakan kondom dan juga minuman keras,” tuturnya.

Selain melakukan pengosongan dan pembongkaran THM, pihaknya juga akan melakukan pembongkaran terhadap warung remang-remang di sepanjang JLS.

“Ke depan kota juga akan melakukan pembongkaran terhadap warung remang-remang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat mengatakan berdasarkan hasil laporan anggotanya dan dinas terkait hingga semalam ada tiga THM yang masih beroperasi, yakni Angel Karaoke dan Lounge, New Roger Karaoke dan Lounge, dan Alexxa Karaoke dan Lounge.

“Kalau yang Star Queen ini tidak beroperasi, tapi kami kosongkan semua propertinya,” katanya.

Ajat mengatakan ada 11 THM di sepanjang JLS yang dilakukan pengosongan dan pembongkaran secara paksa. Ke depan, jika masih ada THM yang masih beroperasi, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat, akan dilakukan pembongkaran secara paksa. (mg-7/tnt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here