SHARE
Musim hujan sudah tiba, namun proyek pengendalian bajir baru mencapai 80 persen. Dinas PUPR Kota Tangerang meminta kontraktor mempercepat penyelesaian pekerjaan.

KOTA TANGERANG-Pembangunan proyek pengendalian Banjir di Kota Tangerang baru mencapai 80 persen. Padahal anggaran yang disiapkan mencapai Rp 105 miliar dan harus rampung pada November mendatang.

Kepala Bidang Tata Air Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Tangerang Iwan Setiawan mengatakan, sudah menyurati para kontraktor untuk segera mempercepat proyek tersebut. Karena, Oktober jelang November musim hujan sudah mulai terlihat.

“Kita sudah surati dan berikan peringatan ke kontraktor. Kita minta pengerjaan tersebut tepat waktu dan tidak lewat dari waktu yang telah ditentukan,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di PUPR Kota Tangerang, Kamis (21/10).

Iwan menambahkan, target proyek pengendalian banjir berdasarkan kontrak berakhir pada Desember nanti.

karena situasi yang sudah memasuki musim hujan, pihaknya mempercepat penyelesaian proyek tersebut menjadi akhir November.

“Percepatan proyek itu, tanpa mengurangi spesifikasi dan kualitas proyek yang sudah ditentukan. Jika tidak dilakukan percepatan, maka air yang masuk ke Kota Tangerang saat musim hujan tidak bisa dikendalikan,”paparnya.

Ia menjelaskan, proyek pengendalian banjir itu meliputi pembangunan tanggul sebanyak 18 titik, pembangunan polder dan kolam retensi di 3 lokasi, pemasangan dan instalasi pompa listrik sebanyak 7 titik, pembangunan drainase mikro sebanyak 136 titik dan drainase makro 7 titik. Selanjutnya ada rehabilitasi turap serta rehabilitasi saluran pembuang sebanyak 5 lokasi.

“Proyek ini kita sudah targetkan selesai November mendatang. Kita akan lakukan pengawasan kepada para kontraktor yang tidak cepat menyelesaikan pengerjaan proyek tersebut,”ungkapnya.

Iwan menuturkan, jika kontraktor tersebut tidak selesai pada waktu yang ditentukan, maka akan ada sanksi berupa pencoretan dan memasukan mereka dalam daftar blacklist.

“Kami akan blacklist dan kami tidak akan pakai lagi. Jika sudah diberikan sanksi blacklist maka daerah lain juga tidak akan menggunakan jasa mereka sebagai kontraktor,”tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here