SHARE
Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga, saat diwawancaraiwartawan di Mapolda Banten, Kamis (4/11). FOTO: Agung Gumelar/Banten Ekspres

SERANG-Beredar selembaran pemilihan miss waria banten 2021-2022, di Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. Selebaran itu viral di media sosial (medsos). Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga memastikan selebaran itu hoaks. Penyebarnya bisa dijerat pidana undang-undang ITE.

“Itu (pidana) sudah pasti, karena memberikan informasi hoaks, sesuai dengan undang-undang ITE,” katanya kepada wartawan di Mapolda Banten, Kamis (4/11).

Shinto menjelaskan, selebaran pemilihan miss waria Banten ini sudah mengganggu ketertiban umum. Ada reaksi dari masyarakat setempat. Untuk itu, penyidik dari Satreskrim Polres Serang akan melakukan langkah-langkah penyelidikan untuk mengetahui siapa yang menyebarkan hoaks tersebut.

“Kita akan selidiki kasus ini terlebih dahulu. Intinya orang yang menyebarkan hoaks bisa jadi melanggar hukum,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Shinto, Polres Serang telah memanggil dua orang waria yang nama beserta nomor HP tercantum di selebaran tersebut.

Saat melakukan klarifikasi, lanjut Shinto, kedua waria itu mengaku terganggu dengan adanya informasi sembarang pemilihan miss waria Banten 2021-2022.
Pasalnya, kedua waria ini tidak pernah tahu nama beserta nomor HP tercantum dalam selebaran tersebut.

“Mereka tidak pernah tahu apa peristiwanya dan nama mereka tiba-tiba dicatat di selebaran itu,” ujarnya.

Selain melakukan klarifikasi terhadap kedua waria itu, kata Shinto, Polres Serang juga telah mengkonfirmasi terhadap pemilik gedung yang dijadikan tempat pemilihan miss waria Banten.

Dari hasil konfirmasi, pemilik gedung mengaku tidak pernah ada yang akan menyewa gedung untuk melaksanakan pemilihan miss waria Banten.

“Tidak pernah ada orang atau waktu-waktu tertentu untuk pelaksanaan yang dimaksud, jadi kami pastikan bahwa itu adalah hoaks,” ucapnya.

Dikonfirmasi melalui telepon seluler, yang nomor HP nya tercantum di selebaran pemilihan miss waria Banten membenarkan adanya selebaran tersebut.
Namun, ia mengaku tidak mengetahui jika nomor HP-nya tercantum dalam selebaran itu.

“Iya itu selebarannya benar, cuma itu aku nggak tahu acara apa. Tiba-tiba nomor aku dicantumin di situ, tanpa adanya konfirmasi,” katanya serasa tidak mau dicantumkan namanya.

Ia mengaku, tidak paham dengan kegiatan tersebut, mulai dari kapan acaranya diselenggarakan, di mana tempatnya dan siapa panitianya.

Awalnya, kata dia, memang ada pihak panitia menghubungi dirinya untuk menjadi dewan juri di sebuah acara.
Namun, ia tidak mengetahui secara detailnya di mana acaranya.

“Saya merasa dirugikan, karena banyak banget orang yang nelepon saya dan itu membuat saya terganggu. Saya masih menghubungi panitia terkait karena saya memiliki nomor yang bersangkutan cuma belum direspons,” ujarnya. (mg-7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here