SHARE
PELATIHAN: Puluhan kader kesehatan mengikuti pelatihan tentang pencegahan penyakit TBC di Gedung Olahraga Ciledug. FOTO: Dinkes Kota Tangerang

KOTA TANGERANG-Dinas Kesehatan Kota Tangerang menyiapkan 1000 kader untuk menanggulangi penyakit Tubercolusis (TBC). Kader yang diberi nama Aksi Skrinning Mandiri TBC Berbasis Masyarakat (Asmara TBC) ini, sebelum diterjunkan ke tengah masyarakat diberikan pelatihan. Pelatihan digelar di Gedung Olahraga Ciledug, pekan lalu.

Kepala Dinas Kesehatan dr Dini Anggraeni mengatakan materi pelatihan terhadap kader meliputi cara penyuluhan yang berisi pencegahan TBC. Lalu skrining hingga pendampingan. “Kader Asmara TBC ini nantinya bisa memberikan penyuluhan tentang pencegahan TBC, skrinning, investigasi kontak dan pendampingan pasien sampai sembuh dari TBC,” jelasnya. Ia menjelaskan TBC menduduki peringkat tiga penyakit menular Indonesia. Sehingga pencegahannya perlu dimasifkan bersama masyarakat.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Lisa Felina menambahka Asmara TBC merupakan suatu gerakan pembentukan kader, di mana masyarakat dapat ikut andil, untuk memberantas adanya penyakit TBC.

“Dinas Kesehatan bersama puskesmas dan Mitra Penanggulangan TB, memberikan pelatihan bagi 1000 Kader. Kedepannya para kader ini bisa memberikan penyuluhan, hingga pendampingan kepada pasien sampai sembuh dari TBC,” lanjutnya.

Tujuan pelatihan Asmara TBC ini antara lain, untuk membentuk kader yang mampu melakukan penanggulangan TBC di masyarakat. Kader harus mendampingi pengobatan pasien sampai sembuh dan dituntut untuk melakukan investigasi kontak, guna menemukan kasus TBC di masyarakat.

“TBC ini menjadi masalah dunia sebetulnya, dan Indonesia menjadi sorotan karena berada pada peringkat ke 3 dunia begitupun di Kota Tangerang.
Pada 20 Oktober kemarin, kader TBC di Kecamatan Tanah Tinggi menerima penghargaan, sebagai kader terbaik dalam melakukan investigasi kontak di era pandemi,” jelasnya.

Lisa menuturkan, antusiasme masyarakat sangat tinggi dengan adanya pembentukan kader. Dibuktikan dengan adanya pendaftar yang melampaui batas kuota pendaftaran. Ditemukan juga beberapa puskesmas, meminta adanya penambahan kuota, untuk pembentukan kader TB ini.

Sementara itu salah satu peserta, Agustin Pasaribu, mengungkapkan, pelatihan kader ini, sangat banyak memberikan manfaat.

“Kita mendapatkan ilmu mengenai TBC dan bisa memberikan sumbangsih kepada masyarakat. Kami siap untuk membantu masyarakat lebih sehat,” ungkapnya.

“Kami siap melakukan penyuluhan untuk mengetahui apakah ada masyarakat sekitar yang terkena TBC ini dan mengingatkan mereka untuk semangat dalam proses penyembuhan TBC ini,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Sri Handina. Pelatihan ini dapat membuat masyarakat lebih peduli lagi terhadap penyakit menular.

“Saya ingin lebih meningkatkan kesehatan, saya juga dapat terjun langsung untuk bersosialisasi, dan memberantas adanya penularan TBC ini,” akunya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here