SHARE
SOSIALISASI: Peserta dari unsur usaha kesehatan saat mengikuti sosialisasi kemudahan berusaha yang digelar DPMPTSP di Hotel Allium, Senin (8/11). FOTO: Humas Pemkot Tangerang

TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang kembali menggelar sosialisasi kemudahan berusaha bagi pelaku usaha sektor Kesehatan di Kota Tangerang, Senin (8/11).

Hal ini dilakukan guna menyosialisasikan kebijakan Pemerintah Pusat terkait Online Single Submision Risk Based Approach (OSS RBA) atau perizinan berusaha berbasis risiko yang diharapkan dapat mempermudah pelaku usaha dalam proses permohonan perizinan.

Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah hadir secara langsung pada acara tersebut mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelaku usaha sektor kesehatan yang sudah banyak berkontribusi membantu masyarakat Kota Tangerang selama masa pandemi Covid-19.

“Terima kasih atas dedikasinya yang telah membantu masyarakat dalam pelayanan kesehatan di Kota Tangerang terutama disaat masa pandemi Covid-19,” ucap Arief.

Ia menyampaikan, saat ini kasus harian sudah semakin membaik, ini semua berkat kerja sama tenaga kesehatan dan masyarakat yang terus ikut mengentaskan pandemi Covid-19.

Lebih lanjut, Arief berharap dengan adanya bimbingan teknis kemudahan berusaha ini semoga bisa meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang ada di Kota Tangerang.

“Saat ini Pemerintah Pusat terus melakukan terobosan – terobosan, salah satunya OSS yang saat ini sedang disosialisasikan, untuk memudahkan pelaku usaha dalam administrasi legalitas perizinan,” tutur Arief.

“Siapkan dari sekarang prosesnya, ini merupakan proses transformasi kami yakin ke depan segala proses pelayanan perizinan akan lebih mudah, maka dari itu kita terus lakukan sosialisasi agar bapak – ibu semua paham kemudahannya,” imbuhnya

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang Dedi Suhada menjelaskan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha sektor kesehatan mengenai ketentuan pelaksanaan penanaman modal, dan mengenai perizinan berusaha berbasis risiko.

“Peserta sebanyak 98 peserta terdiri dari 33 dari rumah sakit, 16 peserta dari klinik, 30 peserta dari apotek serta 19 peserta dari toko obat yang berdomisili usaha di Kota Tangerang,” pungkas Dedi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here