SHARE
Siswa SD diberikan pelatihan pertolongan pertama saat temannya sakit dalam program Dokcil Sekolah.

TANGERANG Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang dan Dinas Kesehatan Kota Tangerang melatih siswa sekolah dasar (SD) menjadi dokter cilik (dokcil). Pelatihan tersebut bertujuan untuk membuka wawasan para siswa terhadap kesehatan dan sebagai pelopor perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah maupun di rumahnya masing-masing.

Program yang digelar bersama Dinkes Kota Tangerang itu, akan digelar di seluruh SD di Kota Tangerang. Kepala Dinkes Kota Tangerang dr Dini Anggraeni mengatakan pelatihan dokcil ini untuk memberikan pemahaman kepada anak usia dini pentingnya menjaga kesehatan. Dengan dokcil ini, ke depan anak memiliki keterampilan dasar dibidang kesehatan. Sehingga bisa menolong dirinya sendiri dan orang lain untuk hidup sehat.

“Dengan dokcil, anak dapat berbagi ilmu dasar kepada teman-temannya dan berperan sebagai promotor dan motivator,” jelasnya. Adanya dokcil sekolah ini, minimal perilaku hidup sehat diterapkan di sekolah atau di rumahnya masing-masing. “Anak-anak ini nantinya bertugas mengajak teman-temannya bekerjasama menjalankan program kesehatan sekolah,” lanjutnya.

Materi yang diberikan adalah, pengenalan dasar tentang penyakit. Kemudian melakukan pertolongan dan pengobatan sederhana. Mengamati kebersihan lingkungan sekolah. Dinkes Kota Tangerang mengirimkan dokter yang ada di puskesmas dalam kegiatan Dokcil Sekolah ini.

Ketua PMI Kota Tangerang Oman Jumansyah menjelaskan pengetahuan tentang kesehatan sangat penting ditanamkan sejak usia dini. Kegiatan dokter cilik yang digelar tersebut sebagai langkah awal untuk menciptakan masyarakat agar hidup sehat dan bersih.

“Ini pembekalan untuk mereka supaya bisa membantu kegiatan sekolah yang berhubungan dengan kesehatan, terus kalau ada kejadian mereka bisa menolong, baik di sekolah maupun di rumah,” jelasnya.

Oman mengatakan pembelajaran yang diberikan kepada para pelajar berkaitan dengan PHBS, serta pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). “Ini dokter cilik kan membantu teman-temannya yang sakit. Dan selama pandemi mereka juga bisa memberitahu temannya agar tetap menjaga kesehatan dengan protokol kesehatan (prokes),” ujarnya.

Oman mengungkapkan program tersebut juga diberikan untuk membentuk karakter anak ke arah yang positif. “Ini dapat membentuk karakter mereka, supaya PHBS-nya lebih peduli pada lingkungannya,” lanjutnya. Dokcil pertama digelar di SDN 8 Kunciran. Kepala SD Negeri 8 Kunciran Lasan menambahkan menginginkan program dokter cilik sejak dahulu. Karena program tersebut dinilainya sangat positif bagi anak dan sekolah.

“Para dokter cilik dapat membantu rekan siswa dan guru serta pihak sekolah, karena biasanya anak itu lebih terbuka dengan temannya. Sehingga kalau ada yang sakit bisa segera ditangani,” ujarnya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here