SHARE
Fauzan Hanafi, Anggota Komisi III DPRD Kota Tangerang

TANGERANG – DPRD Kota Tangerang menerima aduan masyarakat terkait tagihan PDAM Tirta Benteng yang yang membengkak. Anggota Komisi III Fauzan Hanafi Albar mengatakan, pelanggan PDAM itu mengeluhkan tagihan bulanan pembayaran penggunaan air bersih yang dikelola perusahaan milik daerah. Warga yang akan membayar tagihan di masa transisi dari PDAM TKR ke PDAM TB dinilai cukup mahal tidak seperti sebelum masa Pandemi.

Menurut politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu, hal tersebut terjadi saat masa berlakunya kebijakan pemerintah terkait aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat  (PPKM) level 2. saat itu petugas pencatat meteran (Cater) kesulitan untuk mencatat meteran PDAM di rumah-rumah pelanggan lantaran adanya aturan PSBB hingga PPKM tersrbut.

“Di masa pandemi saat itu, pegawainya yang akan mendata meteran air kesulitan dan memang tidak memungkinkan membaca langsung pada saat itu, maka hingga akhirnya pelanggan sendiri yang melaporkan jumlahnya ke PDAM,” kata Fauzan kepada Tangerang Ekspres.

Fauzan menjelaskan, PDAM TB seharusnya bersedia membuka atau memilah tagihan pelanggan yang tertunda pada bulan-bulan sebelumnya. Selain itu, perusahaan pelat merah itu juga diminta memisahkan tagihan pelanggan tiap bulannya sehingga pembayarannya tidak terkesan menjadi mahal. Terlebih bagi pelanggan transisi dari PDAM TKR ke PDAM TB.

Fauzan menilai hal itu juga tidak efektif, sebab teknis pencatatan tersebut tidak efektif sehingga menimbulkan akumulasi pembayaran dari bulan ke bulan-bulan berikutnya.

“Nah, kalau  menjadi akumulasi, otomatis tagihannya tinggi,” tandasnya.

Fauzan meminta kepada petugas cater dari PDAM TB harus betul-betul membaca meteran air warga agar tagihan warga tersebut sesuai dengan pemakaian.

“Kalau dirasakan berat pembayarannya coba cek lagi apakah ada kesalahan pencatatan meteran atau ada kesalahan lainnya. Selain itu, harus disosialisasikan juga tarif PDAM Tirta Benteng per meter kubiknya berapa,” tukasnya.

Fauzan juga tidak menampik adanya potensi ‘rawan’ kesalahan pencatatan meteran air saat masa-masa transisi dari PDAM TKR ke PDAM TB. Oleh karenanya agar tidak ada yang dirugikan harus betul- betul dihitung dan memberi tahu tarif yang berlaku di PDAM Tirta Benteng.

“Intinya sosialisasi itu penting kepada masyarakat. Bila masyarakat kurang puas, kami Komisi III DPRD Kota Tangerang yang membidangi perusahaan daerah siap memfasilitasi dan memediasi,” pungkasnya. (raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here