SHARE
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengukuhkan Forum Komunikasi Peningkatan Produktivitas Daerah di Aula Blandongan, Balai Kota Tangsel.

CIPUTAT-Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengukuhkan Forum Komunikasi Peningkatan Produktivitas Daerah dan Kepengurusan Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Tangseo Periode 2021-2024.  Pelantikan dilakukan di Ruang Blandongan, Balai Kota, Kamis (11/11).

Susunan keanggotaan Dewan Pengupahan Kota Tangerang Selatan Periode 2021-2024 adalah Pembina 1 Walikota Tangsel, Pembina 2 Wakil Walikota Tangsel, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangsel. Sedangkan Pembina 1 Forum Komunikasi Peningkatan Produktivitas Daerah 2021 adalah Walikota Tangsel, Pembina 2 Wakil Walikota, Pengarah Sekda Kota Tangsel, Ketua Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangsel.

Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, hubungan industrial yang harmonis akan menciptakan suasana kondusif sehingga memberikan kenyamanan bagi para investor untuk menanamkan investasinya di Kota Tangsel.

“Dewan Pengupahan sangat berperan penting untuk menjembatani antara pengusaha dan pekerja dalam penetapan UMK, oleh karena itu lembaga ini harus bijak dalam memutuskan besaran upah yang layak sehingga bisa diterima oleh pihak pengusaha dan pihak pekerja,” ujarnya saat sambutan, Kamis (11/11).

Pak Ben menambahkan, Depeko dibentuk dalam rangka membantu memberikan pertimbangan, saran dan pendapat kepada Walikota terkait rekomendasi penentuan upah minimum Kota Tangsel untuk di sampaikan kepada Gubernur Banten.

“Alhamdulillah Dewan Pengupahan Kota Tangsel Periode 2021-2024 sebanyak 23 orang, yang sudah dikukuhkan pada hari ini (kemarin), saya memandang penting karena Dewan Pengupahan Kota merupakan amanah dari regulasi Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, oleh karena itu Pemerintah mendorong agar Dewan Pengupahan ini bisa berperan secara efektif,” tambahnya.

Masih menurutnya, dengan diantiknya 23 orang sebagai Anggota Dewan Pengupahan tersebut ia mengajak pengusaha dan serikat pekerja, serikat buruh dan jajaran Pemkota Tangsel serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga hubungan yang harmonis demi tercapainya kondusivitas di Kota Tangsel yang lebih baik, sehingga insya Allah Kota Tangsel peradaban unggul.

“Semoga kita selalu mendapatkan bimbingan, perlindungan dan petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” ungkapnya.

Mantan Wakil Walikota Tangsel dua periode ini juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian dan kerja keras pengurus Dewan Pengupahan Kota Tangsel Periode 2018-2021. Sekaligus mengucapkan selamat bertugas kepada Dewan Pengupahan Kota Tangsel periode 2021-2024 yang baru dikukuhkan semoga dapat melaksanakan tugas dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Pak Ben juga mengukuhkan Forum Komunikasi Peningkatan Produktiivitas Daerah 2021. Forum itu merupakan lembaga yang berfungsi untuk memberikan masukan kepada pemerintah dalam merumuskan kebijakan bidang produktivitas dan peningkatan daya saing daerah.

“Sebagai penyangga Ibu Kota Negara Republik Indonesia Kota Tangsel menempati posisi strategis dengan segala potensinya. Potensi tersebut tentu harus dikelola dengan baik melalui sebuah Forum Komunikasi peningkatan Produktivitas yang merupakan Sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, akademisi, pendidikan, profesi, pekerja dan masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, Kota Tangsel yang minim sumber daya alam, tentu harus selalu mengembangkan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi dan inovasi agar dengan efektif dan efisien untuk mensejahterakan masyarakat Kota Tangsel.

Forum Komunikasi Peningkatan Produktivitas Daerah merupakan amanah untuk melaksanakan ketentuan pasal 18 ayat (3) Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan nomor 8 tahun 2019 tentang penyelenggaraan Ketenagakerjaan. Forum tersebut memiliki anggota sebanyak 21 orang yang berasal dari unsur pemerintah, pengusaha, akademisi atau pendidikan atau profesi, pekerja dan masyarakat.

“Saya mengucapkan selamat kepada Pengurus dan Anggota Forum Komunikasi Peningkatan Produktivitas Daerah 2021, semoga dapat mengemban amanah dalam rangka meningkatkan produktivitas dan daya saing Kota Tangsel demi terwujudnya Visi Kota Tangsel yaitu terwujudnya Tangsel Unggul Menuju Kota Lestari saling terkoneksi, efektif dan efisien,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangsel Sukanta mengatakan, setelah dikukuhkan Depeko dalam waktu dekat akan menentukan upah minimum kota (UMK). “Depeko ini anggotanya berasal dari unsur pemerintah, serikat, pekerja, serikat buruh, APINDO, akademisi, praktisi ahli dan semua ini menentukan upah dan sudah ada aturannya,” ujarnya.

Sukanta menambahkan, tugas Depeko juga memberikan masukan, pertimbangan didalam pengupahan dan hubungan harmonis dengan pekerja dan perusahaan atau pengusaha. “Penetapan UMK 2021 akan ditentukan pada akhir November dan akan diberikan rekomendasi ke gubernur dan gubernur yang menentukannya,” tambahnya.

Sedangkan untuk Forum Komunikasi Peningkatan Produktivitas Daerah, Sukanta menjelaskan tugasnya nanti adalah memberikan masukan, ide, kepada pemerintah bagaimana pemerintah meningkatkan produktivitas disetiap lini.

“Pengurus ini baru pertama dibentuk dan amanatnya dari Perda dan UU. Perda Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Perda Ketenagakerjaan,” jelasnya.

“Karena ini adalah produktivitas biasanya peningkatan ekonomi dan ujungnya ke ekomoni, bagaimana sebuah perusahaan atau pekerja atau unsur pemerintah itu berproduksi atau berproduktivitas dan tahun ini baru dibentuk. Unsurnya dari pemerintah, masyarakat dan akademisi,” tutupnya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here