SHARE
LAUTAN SAMPAH: Pelajar melewati tumpukan sampah di Kali Prancis, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, kemarin. FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

KOSAMBI — Lautan sampah di Kali Prancis, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi membuat bulu kuduk bergidik. Segala macam jenis sampah plastik hingga sterofoam menutupi permukaan sungai dan menimbulkan bau tak sedap.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Samsul Romli mengatakan, sampah tersebut timbul karena banjir rob.

“Kondisi pukul 18.00 WIB kondisi dari arah laut sudah bersih, dari arah kali prancis belum bisa dibersihkan karena air masih tinggi. Upaya kami selain yg sudah dilaksanakan Sabtu dan Minggu ini, kami besok akan terjun kelapangan melihat kondisi sampah yang diakibatkan karena rob air laut,” paparnya kepada Tangerang Ekspres ketika diwawancarai, Minggu (14/11)

Samsul mengungkapkan, tumpukan sampah yang timbul setiap banjir rob akan dicarikan solusi jangka panjang. Ia akan melakukan cek ke lokasi dan berkomunikasi dengan pemerintah desa setempat.

“Kita akan survei dan duduk bersama dengan pemerintah desa, kecamatan serta masyarakat. Untuk mencarikan solusi jangka panjang,” paparnya.

Salah satu warga yang tinggal di bantaran Kali Prancis, Robet, mengaku, masyarakat sudah mulai resah dengan kondisi saat ini. Pasalnya, tumpukan sampah itu mulai mengeluarkan aroma tak sedap dengan aliran air kali yang hitam, sehingga sangat mengganggu pemandangan dan mencemari lingkungan sekitar.

“Iya benar, sudah mulai mengeluarkan bau enggak sedap. Sudah parah ini,” katanya di Tangerang, Sabtu (13/11).

Menurut dia, tumpukan sampah di Kali Prancis tersebut sudah ada sejak sepekan terakhir akibat terbawa arus aliran air banjir rob yang telah menerjang wilayah kelurahan Dadap.

“Jadi kalau banjir rob datang, ini sampah dari buangan jalan hingga perumahan dari seberang ke sini semua. Soalnya di sini terbentur dengan adanya jembatan, jadinya aliran enggak jalan,” ujarnya.

Ia mengatakan, selama ini dirinya bersama warga lainnya telah melaporkan adanya penumpukan sampah ke pemerintah setempat.

“Tetapi sampai sekarang belum ada juga pergerakan untuk pengangkatan dan membersihkan sampah itu. Dan sudah bertahun-tahun selalu begini kalau banjir datang. Sudah pernah dibersihkan juga, tapi percuma sampah ini datang lagi ke sini,” tambahnya.

Warga pun berharap kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang agar segera mengambil tindakan untuk membersihkan tumpukan sampah yang sudah meresahkan itu, karena dikhawatirkan menjadi sumber penyakit bagi warga sekitar yang tinggal di bantaran kali.

“Saya berharap bisa segera diatasi masalah sampah ini. Kalau misalnya mau diangkut sampah pakai alat, ya harus pakai perahu atau pakai kapal tongkang saja sekalian. Karena kejadian ini selalu berulang-ulang,” kata dia. (sep/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here