SHARE
FOTO: Net

SEPATAN–Orang tua siswa SMKN 2 Kabupaten Tangerang, menjerit. Penyebabnya pihak sekolah melakukan pungutan uang Praktik Kerja Industri (Prakerin) Rp1,1 juta. Uang sebanyak itu memberatkan.

Seperti yang disampaikan salah satu orang tua siswa berinisial A, yang menyetor uang ke salah satu oknum guru untuk pembayaran prakerin anaknya ke Pandeglang.

“Meski dalam kondisi ekonomi sulit, walaupun berat, mau tidak mau saya harus susah payah cari uang agar anak saya bisa ikut prakerin ke Desa Curukbarang, Pandeglang,” tuturnya, kepada Tangerang Ekspres, Senin (15/11).

Uang sebesar itu, dilanjutkannya, disebut pihak sekolah untuk beberapa biaya antara lain, biaya kos, air dan lampu. Di sisi lain, kebutuhan makan dan minum para siswa tetap ditanggung masing-masing orang tua.

“Apalagi, prakerin ini hingga 2 bulan di luar daerah. Tentu anak-anak kami membutuhkan biaya hidup di sana (Pandeglang),” ujarnya, mewakili keluhan sejumlah orang tua siswa.

Ia berharap, sekolah tidak terlalu memberatkan orang tua untuk membiayai prakerin ke luar daerah. Menurutnya, apabila masih bisa prakerin di dalam daerah, lebih baik memilih lokasi prakerin di dalam daerah.

Sementara, saat ingin dimintai konfirmasi, Kepala SMKN 2 Kabupaten Tangerang sedang tidak ada di sekolah. “Pak Kepsek lagi enggak ada bang. Wakil Kepsek juga enggak ada. Dan guru-guru lagi istirahat. Datang aja Senin pekan depan,” kata Aji, sekuriti SMKN 2 Kabupaten Tangerang. (zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here