Home TANGERANG HUB Pemkot Kirim Dua Usulan UMK 2022

Pemkot Kirim Dua Usulan UMK 2022

0
SHARE
Kepala Disnaker Sukanta menerangkan usulan UMK Kota Tangsel kepada wartawan.

CIPUTAT-Gubernur Banten Wahidin Halim telah menetapkan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2022 sebesar Rp 2.501.203. Angka tersebut naik 1,63 persen dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp 2.460.996.

Di Kota Tangsel sendiri, dewan pengupahan kota (Depeko) telah mengadakan rapat untuk menentukan besaran upah minimum (UMK) 2022, Senin (22/11). Rapat dilaksanakan di Kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangsel dan dipimpin Kepala Dinasker Kota Tangsel Sukanta.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Tangsel Sukanta mengatakan, pihaknya telah mengadakan rapat Depeko untuk membahas besaran UMK 2022. “Dalam rapat pembahasan UMK, kita melibatkan asosiasi, serikat pekerja, sampai akademisi dari perguruan tinggi,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (22/11).

Sukanta menambahkan, dalam rapat tersebut tidak ditemukan titik terang terkait UMK 2022. Pasalnya, antara serikat, pengusaha dan pemerintah memiliki keinginan dan perhitungan masing-masing. “Karena tidak ada titik temu, jadi kita membuat dua usulan besaran UMK yang diusulkan ke Gubernur Banten,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (22/11).

Sukanta menambahkan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2001 tentang pengupahan, maka UMK Kota Tangsel pada 2022 naik 1,17 persen (Rp 49 ribu) dari UMK 2021 sebesar Rp 4,2 juta. Tapi, serikat tidak mau dan minta naik 10 persen.

“Apindo sendiri tidak mau naik, jadi tidak ketemu ketemu. Menurut Apindo saat ini masih masa pandemi masa pemulihan. Sehingga kedua usulan ini kita sampaikan kepada gubernur,” tambahnya.

Masih menurutnya, yang disampaikan kepada gubernur adalah hasil perhitungan naik hanya 1,17 persen tapi, serikat minta naik 10 persen, sedangkan Apindo tetep. “Kita sampaikan semuanya dan itu terserah keputusan gubernur nanti,” ungkapnya.

Sukanta meyakini bila usulan bupati maupun walikota se-Provinsi Banten UMK 2021 naiknya tetap 1,17 persen. “Serikat minta naik 10 persen ini mengacu karena harga kebutuhan pokok naik namun, penghasilan naiknya cuma 1,17 persen. Kalau keduanya tidak kita usulkan maka tidak akan pernah ketemu,” tuturnya.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangsel ini mengungkapkan, surat usulan rekomendasi kenaikan UMK dari Pemkot paling telat diserahkan ke gubernur pada 23 November. “Kalau pengumuman UMK 2022 dari gubernur paling telat 30 November mendatang,” tuturnya.

Sementara itu, Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, UMK 2022 telah dibahas oleh Depeko. Ia mendengar bila serikat pekerja minta supaya besaran UMK 2022 tidak mengacu pada PP Nomor 36 tahun 2001. “Kalau dari sisi dari pemerintah harus mengacu aturan yang ada dan disitukan ada Depeko yang menanganinya,” ujarnya.

Pak Ben mengaku, pihaknya memahami kalau Kota Tangsel standar upah provinsi jumlahnya sudah ditentukan dan standar upah DKI juga telah diketahui. Maka Depeko akan melakukan diskusi, terutama pengusaha bersama buruh. “Buruh minta UMK 2022 naik 10 persen, ini sangat tergantung kemampuan pengusaha. Maka pengusaha saya minta pembukuan yang real saat rapat Depeko,” tutupnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here