Home TANGERANG HUB Ratusan Pegawai Tes Urine Mendadak

Ratusan Pegawai Tes Urine Mendadak

0
SHARE
Kepala BKPP Kota Tangsel Apendi (berkopiah) menyerahkan sampel urine kepada petugas BNN. Ratusan pegawai dites urine untuk mendeteksi pengguna narkoba.

CIPUTAT-Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangsel melakukan tes urine terhadap pejabat dan pegawai Pemkot Kota Tangsel di kantor Balai Kota, Rabu (24/11). Tes tersebut dilakukan secara mendadak tanpa ada koordinasi ataupun pemberitahuan terlebih dulu.

Walikota Tangsel Benyamin Davnie juga ikut melakukan tes urin di dalam ruangannya. Diawali dengan membawa tabung kecil penampung urine, petugas mempersilakan Pak Ben (panggilan Benyamin Davnie) untuk masuk ke dalam toilet. Setelah itu, sampel urine diperiksa petugas BNN. Pak Ben melihat sendiri alat tes yang digunakan. Setelah menunggu beberapa menit, urine walikota dipastikan negatif dari penggunaan narkoba atau sejenisnya.

Seusai melakukan tes, Pak Ben mengatakan, tes urine dilakukan untuk memastikan tidak adanya pegawai di lingkup Pemkot Tangsel yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. “Tapi, kalau ada yang positif, saya ingin tahu dulu penyebab yang bersangkutan positif karena apa. Kalau karena obat-obatan medis dari dokter tidak masalah,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (24/11).

Pak Ben menjelaskan, jika dari hasil pemeriksaan itu menunjukkan terdapat indikasi penyalahgunaan narkotika, maka pihaknya tidak segan untuk memberikan sanksi. “Kalau memang ada positif, saya akan arahkan rehabilitasi melalui BNN. Kita kirim ke tempat rehabilitasi. Dia harus jujur dan sudah berapa lama mengkonsumsi narkoba. Kita lihat nanti sanksinya,” jelasnya.

Masih menurutnya, selain rehabilitasi, dirinya juga tidak segan untuk memberhentikan pegawainya jika ada yang terbukti telah menjadi pecandu narkotika. “Namun, saya akan lihat dulu, kalau dia memang sudah pecandu saya tidak akan ragu untuk mengeluarkannya,” ungkapnya.

Tes urine akan dilakukan secara rutin. Jika kedapatan ada yang tidak hadir dalam pemeriksaan, maka pimpinan OPD yang bersangkutan harus memeriksanya. “Harus dipaksa ikut tes urine secepatnya di kantor BNN Tangsel. Jangan menghindar, lambat atau cepat kalau Makai narkotika akan ketahuan. Kita akan treatment intuk penyembuhan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BKPP Kota Tangsel Apendi mengatakan, targetnya ada 375 pegawai yang menjalani tes urine. “Untuk hasilnya, belum dapat diketahui dan kita akan umumkan secara terbuka,” ujarnya.

Apendi menambahkan, tes urine dilakukan rutin bukan kali ini saja. Sehingga pihaknya bisa memastikan kalau seluruh pejabat Kota Tangsel termasuk dirinya, bebas dari narkoba ataupun minuman keras (miras). “Kami bisa memastikan kalau pembangunan di Tangsel bisa terlaksana tanpa ternodai narkoba,” jelasnya.

Tes urine dilakukan untuk menciptakan integritas pegawai di Pemkot Tangsel yang bebas dari narkoba serta ingin memberikan contoh bahwa keseluruhan pegawai juga diperiksa tanpa terkecuali. “Pada prinsipnya pegawai Pemkot Tangsel harus bebas dari narkoba tanpa terkecuali,” tutupnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here