Home NASIONAL Dua Buaya Dievakusi dari Rumah Warga

Dua Buaya Dievakusi dari Rumah Warga

0
SHARE
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mengevakuasi buaya dari rumah warga di Cikupa dan Tigaraksa.

TIGARAKSA–Dua ekor buaya dievakuasi dari rumah warga Tigaraksa dan Cikupa. Kedua buaya itu awalnya ditemukan di sungai saat masih kecil. Saat sudah besar, pemiliknya menyerahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Sabtu (27/11).

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang Abdul Munir menjelaskan, kedua buaya dievakuasi dari warga Tigaraksa dan Cikupa.
Munir menceritakan, buaya pertama  dievakuasi dari rumah Dasuki, di Perumahan Permata Blok A4/6, RT 04/02 Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Jumat (26/11).

Berdasarkan keterangan Dasuki, buaya ditemukan saat masih berukuran kecil, 2020 lalu. Sekarang buaya sudah makin besar panjang sekitar 90 centimeter dengan bobot 5 kilogram.

“Saat itu, buaya diambil dari sungai di sekitar kawasan Industri Milenium, Tigaraksa. Setelah itu, Pak Dasuki membawa pulang ke rumahnya untuk dipelihara. Selama satu tahun ini, buaya itu hidup di rumah Pak Dasuki, dibuatkan kandang berukuran kecil dari kayu. Semakin hari, buaya itu semakin besar. Oleh karena itu, Pak Dasuki lapor ke kami untuk dievakuasi ke habitatnya,” tuturnya.

Dilanjutkan Munir, buaya kedua dievakuasi dari rumah Fauzi, di Jalan Raya Serang, KM 15 Cikupa, Jumat (26/11), malam. Ukuran buaya yang dievakuasi dua kali lipat lebih besar dari milik Dasuki.
Petugas BKSDA DKI Jakarta Resort Tangerang Abdul Kohar menjelaskan, buaya yang diserahkan tim Damkar Pos Tigaraksa akan dikarantina  ke Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur, Jakarta Barat.

“Nanti buaya-buaya akan dilepaskan ke habitatnya di Sumatara Selatan. Di hutan yang jauh dari pemukiman warga. Untuk sementara, kami akan bawa ke pusat penyelamatan Satwa Tegal Alur, Jakarta,” ujarnya. 

Untuk diketahui, Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur, di bawah pengelolaan BKSDA Jakarta. Tempat ini berfungsi sebagai tempat perawatan sementara satwa liar dilindungi sebelum adanya penetapan penyaluran satwa oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE). (zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here