Home TANGERANG HUB Dinkes Buka Layanan Vaksinasi Door to Door dan On The Spot

Dinkes Buka Layanan Vaksinasi Door to Door dan On The Spot

0
SHARE

SERPONG-Target sasaran vaksinasi Covid-19 di Kota Tangsel sebesar 1.073.266. Untuk mencapai target itu, Pemkot Tangsel melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus bekerja keras mencapai target.

Sejatinya, Pemkot Tangsel menargetkan pada akhir Oktober dapat mencapai 80 persen cakupan dosis pertama Covid-19 dan pada akhir November bisa mencapai 90 persen, sehingga pada akhir Desember mencapai 100 persen untuk dosis pertama. Namun, sampai 27 November, mencapai 82,4 persen (884.355) untuk dosis pertama dan 65.3 persen (690.528) untuk dosis kedua.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, target vaksinasi sampai November seharusnya mencapai 90 persen tapi, sampai 27 November baru mencapai 82,4 persen. “Kasus seperti ini tidak hanya terjadi di Tangsel tapi, semua daerah di mana laju vaksinasi ini agak melambat dibanding sebelumnya,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (27/11).

Allin menambahkan, melambatnya vaksinasi tersebut kemungkinan terjadi karena pencapaian yang sudah dilakukan mencapai 82,4 persen. Dimana sekarang yang harus dikejar adalah bagaimana masyarakat mau untuk melakukan vaksinasi dosis kedua dan jangan sampai masyarakat lupa.

Untuk mengejar target tersebut, pihaknya tetap melakukan atau membuka layanan vaksinasi Covid-19 di Teraskota dan Bintaro Plaza. “Di dua Centra ini kita¬† tetap dibuka untuk melayani masyarakat yang akan vaksinasi dan kita menyediakan tiga jenis vaksin,” jelasnya.

Layanan vaksinasi di Puskesmas juga tetap dilakukan, door to door, pelayanan on the sport di RW juga masih dilaksanakan. Sedangkan stok vaksin cukup dan hanya saja masyarakat sekarang mungkin beranggapan bahwa kondisi Covid-19 sudah mulai melandai sehingga pada akhirnya santai dan merasa aman.

“Padahal ini adalah sesuatu kondisi yang harus diwaspadai dimana vaksin ini merupakan salah satu upaya supaya Covid-19 ini bisa terus terkendali, selain tentunya survelen aktif terus dilakukan, 3T, prokes dijalankan dan rumah sakit selalu siap siaga,” jelasnya.

Menurutnya, kesulitan yang dihadapi saat ini saat veksinasi covid-19 adalah pesertanya, maka salah satu yang dilakukan adalah dor to door dan itu berdasarkan data dari RT/RW. “Alasan masyarakat tidak mau vaksin salah satunya karena jauh, yang lansia tidak diizinkan oleh keluarganya,” tuturnya.

“Akhir Desember harus bisa 100 persen. Yang dilakukan kita masifkan vaksinasi, dibantu TNI dan Polri,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengaku, pihaknya sedang bersiap membahas rencana penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang.

Menurutnya, langkah itu dilakukan pihaknya usai diterbitkannya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Covid-19 pada Natal dan Tahun Baru (Nataru). “Saya belum lama ini membahas satu tahap saja, kita akan melakukan pengetatan, kalau diperlukan penyekatan itu nanti kita bahas lagi. Saya nanti akan rapat lagi di awal Desember yang akan datang, khusus membahas Inmendagri itu,” ujarnya

Pak Ben menambahkan, terdapat sejumlah perketatan yang akan kembali diberlakukan pihaknya pada PPKM Level 3 tersebut. Perketatan tersebut juga akan menyasar pada sejumlah kegiatan masyarakat dan tempat wisata. “Sudah ada Inmendagri Nomor 62 tahun 2021. Jadi untuk mal, tempat wisata, kegiatan olahraga ya ini seperti level 3 lagi, presentasenya nanti kita batasi,” tambahnya.

Selain itu, pada PPKM Level 3 pihaknya juga melakukan pembahasan terkait pengambilan rapor terkait Ujian Tengah Semester (UTS) pada setiap tingkat pendidikan di wilayah kerjanya. Langkah itu dilakukan untuk mencegah kembali masifnya penularan dan penyebaran infeksi covid-19. “Itu juga sama kita akan berlakukan untuk pengambilan rapor digilir waktunya, dibatasi jumlahnya,” tutupnya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here